Tantangan meningkatkan produktivitas

Latar belakang masalah

Kelahiran anak kedua yang diikuti oleh keputusan saya dan istri untuk pindah dari rumah orang tua saya ke sebuah rumah kontrakan sedikit banyak telah mengubah ritme hidup saya (dan mungkin istri serta anak pertama saya).

Istri saya kini pada hari kerja selalu bangun pagi lebih awal untuk menyiapkan sarapan dan keperluan anak-anak sebelum ditinggal ke kantor. Sedangkan saya sebagai bapak rumah tangga 😆 yang punya kerjaan wah (work at home :mrgreen: ) harus pintar2 untuk ikut mengawasi anak (terutama kakaknya) karena kami tidak menyewa jasa pengasuh untuk masing-masing anak kami, jadi 1 pengasuh “dibagi 2″ hehehe, tapi pada kenyataannya tentu saja fokusnya akan lebih banyak ke adiknya.

Akibatnya kakaknya jadi sedikit cemburu deh, walau pengasuh saya biasa mengajak anaknya sendiri untuk menemani anak saya bermain namun tetap saja si anak jadi merasa kurang perhatian dan sering mengganggu bapaknya yang lagi asik chatting, facebookan, internetan for fun, bekerja 😆

Tantangan yang saya berikan pada diri saya mulai bulan ini dan kedepannya adalah untuk meningkatkan produktivitas 😀

meningkatkan produktivitas

Kursus Produktivitas

Kalo biasanya saya demennya ngedonlot ebook atau video belajar tentang seo, affiliate marketing dan sejenisnya maka kali ini langsung kepikiran buat nyari kursusan tentang cara meningkatkan produktivitas. Pengennya sih biar tetep bisa fokus bekerja dan juga tetep bisa ngasi perhatian ke anak.

Akhirnya nemu wso yang membahas topik tersebut. Kemarin 3 jam saya habisin buat nonton materinya dan akan saya share disini rangkumannya. Sapa tau aja yang kesasar lewat sini bisa dapet manfaat juga 😀

Okeh langsung aja menuju tips2nya ya.

#1. Perencanaan

Disarankan untuk memiliki sebuah perencanaan yang jelas agar apa yang ingin diselesaikan berjalan dengan terarah

Fokus pada 1 jenis kegiatan hingga berhasil. Saya tampaknya akan memilih fokus di affiliate marketing dan seo untuk saat ini.

Menentukan Goals. Target saya adalah bisa stabil mendapatkan $100/day sebelum akhir tahun ini. Ambisius? kata orang gantungkanlah cita2 di langit2 😆

Bener deh sepertinya status2 teman2 di facebook yang bilang bahwa 100/day, 200/day itu mudah, yang sulit adalah konsisten dapet segitu setiap harinya.

Kalo 300/day atau 1000/day gimana tuh? ga tau deh, blum pernah ngerasain, taunya kisaran $200an aja rekor 1 hari 😳

Buatlah to do list harian. Sedang saya buat yang serealistis dan semenantang mungkin 😀

Milikilah rencana untuk 6 bulan ke depan. Udah saya tulis punya saya di atas.

#2. Eliminasi Gangguan

Tulis gangguan2 terbesar yang pernah dialami. Kalo saya sih misalnya facebook, nba streaming, forum. Kalo anak bisa disebut salah satunya sih, tapi masak anak dieliminasi wkwkwkwk lebih tepat jika disebut di-manage kali yah.

Buat orang tau bahwa anda sedang bekerja. Tips yang ini lebih cocok untuk orang2 yang bekerja di rumah sepertinya. Biasanya orang yang bekerja di rumah secara online seringkali dikira nganggur. Kadang udah pada tau sih mereka kerja tapi tetep aja disuru nganter lah, diajak main anak lah. Kan katanya ga terikat waktu, bole dong kalo diajak-ajak pergi atau nganter atau disuru-suru sesuatu :mrgreen: ga segitunya kaleeeeee

Cek email pada waktu tertentu. Misal pada pagi hari atau pada malam hari sesudah kerjaannya beres, kecuali yang super urgent banget. Jangan tiap menit bales email, tiap menit ngecek earning yang teteeep aja blom pecah telor 😆

Milikilah tempat bekerja yang terpisah dengan “kebisingan”. Misal dalam 1 ruangan khusus di rumah atau menyewa tempat. Jujur untuk yang ini saya masih blum bisa karena anak tetep aja keluar masuk tempat saya berkerja. Kalo dilarang ya kasian karena bukan salah mereka ingin diperhatikan, justru salah saya sendiri yang blum mampu menyewa pengasuh untuk masing2 anak 😳

#3. Tentukan prioritas dalam pekerjaan

Gambar ini kira2 bisa menjelaskan tips #3 iniprioritas

Yang mesti difokuskan adalah kegiatan di kuadran 2 yang di highlight kuning. Sebisa mungkin untuk selalu mengusahakan agar kegiatan tersebut bisa terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.

Menurut yang ngasi tips sih kenapa kita mesti utamain kegiatan di kuadran 2 karena biasanya disitulah letak pekerjaan yang paling mempengaruhi nilai produktivitas kita (jika dihitung dengan angka). Misal aja, kegiatannya adalah belajar setiap hari agar di UTS/UAS kita bisa dapet nilai yang bagus. Seandainya kita ga belajar tentu ga akan terjadi apa2 juga. Kita bebas untuk memilih untuk mulai belajar atau tetap malas2an dengan konsekuensi nanti di UTS/UAS ga bisa mengerjakan dengan baik.

Contoh kegiatan di kuadran 1 misal tiba2 ada sodara datang bertamu dari jauh. Ga mungkin kan kalo kita pas sedang di rumah trus ga menyambut, dibilang somse ntar hehehe… tetap kita harus ambil kegiatan tersebut walau sebenernya ga penting.

#4. Get Organized.

Ga tau nih terjemahannya gimana :mrgreen: Yang jelas kita harus teratur, file2 ga bole berantakan biar ga bingung kalo tar diperlukan.

#5. Belajar untuk mulai mendelegasikan pekerjaan.

Ada 2 hal yang cocok untuk didelegasikan.

Pertama adalah hal-hal yang tak harus anda yang mengerjakan. Misal pekerjaan rumah tangga, mengasuh anak, beresin kantor dan sejenisnya. Saya belum berhasil untuk yang satu ini karena saya harus merangkap mengawasi anak saya dikarenakan hanya punya 1 pengasuh sedangkan istri saya bekerja di luar rumah. PR besar untuk saya.

Kedua adalah pekerjaan yang tidak bisa anda lakukan sendiri. Misal saya perlu artikel dalam bahasa inggris sedangkan saya tak bisa menulis dalam bahasa inggris yang baik dan benar serta persuasif, maka pekerjaan ini cocok saya delegasikan agar hasilnya baik. Kalo dikerjakan sendiri malah lebih ancur dan lebih rugi dibanding membayar orang untuk melakukannya. (maaf saya tak pandai menjelaskan isi kursus tersebut, mungkin agak belepotan tapi semoga yang kesasar kesini dan membaca tulisan ini bisa mengerti maksudnya 😳 )

#6. Jaga motivasi agar tetap menyala

Bisa dilakukan dengan memberi hadiah untuk diri sendiri jika sukses mengerjakan sebuah pekerjaan yang penting. Atau bisa dengan menggunakan keluarga sebagai pembakar semangat. Intinya adalah gunakan yang benar2 memotivasi untuk kita masing2.

#7. Jangan menunda.

Tetap konsisten mengerjakannya hingga berhasil. Set deadline sehingga kita makin terpacu dan “ada tekanan” agar pekerjaan tersebut bisa selesai tepat pada waktunya.

Demikianlah kira2 rangkuman materi produktivitas yang saya tonton kemarin. Penasaran gimana sih hasilnya jika dalam 6 bulan ke depan saya bisa mempraktekkannya dengan baik (jujur aja sulit karena bibit2 malas masih menjangkiti hehehe…). Sulit bukan berarti ga bisa kan (lagi2 menghibur diri :mrgreen: )

Semoga apa yang saya tonton bisa berguna untuk meningkatkan produktivitas saya dan semoga siapa saja yang kesasar membaca postingan ini juga bisa mendapat manfaat :mrgreen:

seee yaaa for now

5 comments… add one

  • Ngomongin punya dua anak, saat ini saya baru 1. Tapi melihat kakak saya yang sudah punya dua anak, kadangkala memang ada kecumburuan dari anak pertamanya. Saya harus banyak belajar nih buat persiapan anak kedua nanti.

  • yudi

    @ wira : betul wir, mungkin jarak kelahiran yang tidak terlampau jauh juga mempengaruhi. Anak pertama masih haus perhatian udah harus menerima situasi dimana perhatian orang tuanya kini terbagi

  • Harus berguru nih dengan mas Yudi. Mumpung masih muda, terkadang saya mulai jenuh dengan pekerjaan diluaran sana dan memilih untuk ngeblog. Jadi, butuh mentor dengan penjelasan tulisan seperti ini .

  • Di kuadran satu bukannya penting tuh mas. Kayak anak nangis itu penting. Menerima tamu juga penting karena sumber rejeki itu dari tamu. Hehe.. Kompor meleduk juga penting.

  • yudi

    @Ka Widiantara : saya malah pengen ngeblog gini hanya sampingan coz lama2 bosen banyakan di rumah, jadi beruntunglah anda punya pekerjaan offline 😀

    @Ndop : ho oh mas, penting lah, nek ga diurusi kompor meleduk tar malah ludes hehe.. mungkin maksudnya itu urgent tapi ga berhubungan langsung dengan pekerjaan sehari-hari

Leave a Comment