Tantangan bila bekerja di rumah

Mungkin semua orang yang bekerja di rumah pernah merasakan hal-hal semacam ini, seperti anak anda yang terus merengek kepada anda untuk mengajaknya bermain, atau tiba2 anda dimintai tolong untuk mengantar/menjemput seseorang. Karena anda “hanya” sedang berada di depan komputer di rumah dan berpakaian santai maka mereka berasumsi bahwa anda punya banyak waktu luang untuk sekedar menjemput seseorang atau misalnya mengepel lantai :mrgreen:

Anda mulai menyadari bahwa harapan anda mengenai realitas bekerja di rumah telah benar-benar salah. Anda berasumsi bahwa rumah anda akan menjadi tempat yang sempurna dan cukup tenang untuk menyelesaikan pekerjaan namun kenyataannya akhirnya anda (mungkin) menjadi frustrasi karena tidak bisa fokus pada pekerjaan anda.

Meskipun bekerja di rumah adalah impian bagi banyak orang namun jelas ada kekurangannya

Pertama-tama, ketika Anda bekerja di rumah, anggota keluarga Anda mungkin keliru menganggap bahwa Anda bisa dimintai tolong setiap saat sepanjang hari (karena anda memiliki “kebebasan waktu” 😆 ).

Masalah umum lainnya dengan bekerja di rumah adalah kurangnya disiplin. Mungkin anda akan sangat mudah untuk mengendurkan kecepatan kerja anda dan melakukan apa pun selain bekerja jika Anda tidak mendisiplinkan diri.

Bila Anda bekerja di rumah, tidak ada orang yang mengawasi anda layaknya atasan dan memberi Anda instruksi atau tugas pekerjaan. Anda adalah bos diri sendiri dan jika “bos internal” Anda tidak cukup ketat, kemungkinan bahwa Anda tidak akan mengerjakan apa-apa di banyak hari. Dengan kata lain anda akan gagal untuk menjadi produktif.

Apakah Anda bersedia untuk mengubah keadaan ini?

Ada dua pihak yang mempengaruhi kemampuan Anda untuk bekerja di rumah secara produktif: yaitu anda dan keluarga anda.

Bekerja di lingkungan yang dinamis (seperti di rumah dengan keluarga anda) memerlukan perubahan tertentu untuk kebiasaan kerja anda. Oleh karena itu anda harus menjadi lebih terorganisir dan metodis dalam cara yang anda bekerja.

Sebuah perubahan yang lebih besar harus datang dalam bentuk komunikasi: membiarkan keluarga anda tahu kapan anda bekerja dan bahwa anda tidak boleh diganggu saat itu.

Bangkitkan produktivitas anda dengan tips sederhana ini

Jika anda menyalahkan lingkungan dan keluarga anda untuk kurangnya produktivitas anda saat ini maka cobalah anda pikirkan lagi. Ada banyak orang yang bekerja di rumah namun tetap sangat produktif bahkan walau anak-anak mereka sering “mengganggu” kegiatan mereka

Jika anda ingin mencapai tingkat produktivitas yang sama seperti mereka, anda harus membuat beberapa perubahan pada lingkungan anda.

Mari kita mulai dengan mendefinisikan beberapa batasan: apakah keluarga Anda benar-benar mengerti mengapa anda bekerja di rumah dengan komputer anda atau mereka pikir anda hanya nongkrong main game atau haha hihi di Facebook sepanjang hari?

Jika ada kebingungan tentang hal ini, maka sudah waktunya untuk mengadakan pertemuan keluarga dan menjelaskan semuanya. Beritahu keluarga anda apa yang anda lakukan dan mengapa anda harus dapat fokus pada pekerjaan anda tanpa interupsi.

Jika itu tidak membawa hasil yang diinginkan, maka cobalah isolasi diri anda sementara. Ini bisa dilakukan dengan bekerja dengan cara yang berbeda, atau pergi di tempat lain di mana Anda dapat fokus pada pekerjaan Anda. Biarkan pasangan Anda tahu di mana Anda akan bekerja.

Selanjutnya, mengatur waktu Anda sehingga Anda dapat bekerja pada saat-saat yang tepat. Misalnya, bangun pagi-pagi dan mulai bekerja lebih awal karena rumah masih sangat tenang (ketika orang lain masih tertidur).

Keterampilan Organisasi Diri

Ketika Anda memulai hari kerja Anda, apakah Anda tahu apa yang Anda lakukan? Tidak tahu?

Dalam hal ini, tanamkan kebiasaan membuat daftar tugas harian malam sebelumnya, yang terdiri dari tugas yang paling penting yang Anda ingin kerjakan pada hari berikutnya. Misal besok adalah hari untuk riset keyword, menemukan beberapa buyer keyword seperti phen375 customer reviews :mrgreen:

Tanpa memiliki rencana untuk hari Anda (to do list), Anda mungkin akan melakukan apapun yang Anda inginkan – dan bukan mengerjakan apa yang Anda benar-benar harus lakukan.

Ciptakan sebuah alur kerja, misal untuk menyelesaikan sebuah situs yang harus dikerjakan adalah A blabla lalu B blablabla dan seterusnya.

Alur kerja juga penting karena dapat membantu anda ketika ingin mendelegasikan pekerjaan, lebih mudah untuk melakukan outsourcing pekerjaan. Lebih mudah untuk mendelegasikan suatu proses untuk orang lain ketika Anda telah jelaskan langkah-langkah tentang cara untuk mencapai sesuatu, sehingga membebaskan energi Anda dan menghemat waktu Anda.

Dengan mengubah pola pikir dan kebiasaan Anda, Anda akan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan dan memiliki lebih banyak kesempatan untuk sukses.

Ok, cukup dengan teori. Sekarang saatnya untuk masuk ke langkah-langkah yang bisa langsung anda praktekkan saat ini juga :

Semoga tips dibawah akan membuat hari-hari Anda akan menjadi lebih produktif

1. Tentukan peraturan. Mengadakan pertemuan keluarga dan membahas mengapa penting bagi anda untuk dapat fokus pada pekerjaan Anda. Beritahu keluarga Anda bahwa, kecuali ada keadaan darurat keluarga, Anda tidak boleh terganggu.

2. Curi2 waktu bekerja ketika keadaan tenang. Bekerja selama jam-jam pagi. Bekerja selama jam malam. Bekerja selama waktu tidur siang anak-anak Anda.

3. Mengisolasi diri. Kadang-kadang Anda harus “mengisolasi” diri dari lingkungan rumah dan melakukan pekerjaan Anda di tempat lain, apakah itu di luar, di warung kopi atau di perpustakaan umum.

4. Tentukan alur kerja dan sistem. Kita dikelilingi oleh alur kerja yang berbeda dan sistem dalam kehidupan kita sehari-hari, namun sebagian besar waktu kita tidak mengenali mereka.

Itulah mengapa penting untuk mendokumentasikan langkah yang Anda ambil ketika mencapai sesuatu (misalnya proses penerbitan blog Anda) dan mengenali langkah-langkah yang harus dioptimalkan, dihapus atau outsourcing.

Pengorganisasian tugas berulang Anda akan membuat segalanya lebih mudah dan lebih cepat untuk dilakukan, karena Anda akan memotong langkah-langkah yang tidak perlu.

5. Hindari mengulangi kegiatan tak produktif yang sama. Periksa email Anda sekaligus (dua kali per hari) atau membayar semua tagihan Anda sekaligus (pada hari khusus, pada tanggal jatuh tempo). Batching tugas-akan menghemat cukup banyak waktu Anda.

6. Outsource. Meskipun outsourcing adalah cara yang sangat umum untuk meningkatkan produktivitas seseorang, banyak orang masih tidak mengambil keuntungan dari itu.

Anda bisa outsource pekerjaan Anda dengan melakukan tugas-berbasis outsourcing (melalui Fiverr) atau dengan menyewa asisten virtual (paruh waktu atau penuh waktu).

Akhirnya, Anda juga bisa meminta keluarga Anda untuk membantu.

7. Tentukan pola pikir bekerja-di-rumah. Anda harus menghargai dan menghormati pekerjaan Anda. Luangkan waktu untuk memahami nilai bekerja di rumah. Setelah Anda menghargai apa yang Anda lakukan, Anda juga akan memahami bahwa sebagian besar gangguan yang Anda hadapi adalah bagian dari setiap kehidupan seorang yang bekerja di rumah. Ini akan membantu Anda untuk menangani gangguan tanpa menjadi marah.

0 comments… add one

Leave a Comment