Matahari mulai menghilang seiring dengan hujan yang tiba-tiba turun semakin deras. Wiper saya setel pada kecepatan yang lebih tinggi karena air yang membasahi kaca depan semakin banyak. Saya hanya diam tak berbicara ketika mengemudi sore kemarin, berharap cepat sampai di rumah.
Di sebuah perempatan saya melambat lalu berhenti karena di depan lampu merah tampak menyala, tiba-tiba lamunan jorok saya hilang (yang dicoret cuma becanda euy
) ketika ada seorang anak kecil menadahkan tangannya persis disamping kanan saya.
Anak kecil, ya anda ga salah baca. Seorang anak kecil yang mungkin baru berusia sekitar 8-9 tahun. Badannya tentu saja basah kuyub, mengiba agar diberikan sedikit uang
SH****TTT!!! Mengapa anak sekecil itu yang harus mengalami kejadian itu. Jujur, awalnya di mobil saya sedikit kedinginan, namun begitu melihat ekspresi menggigil anak itu maka seketika hati ini malu. Berdiam di dalam sini adalah hangat dul…, coba aja tukeran. Kamu yang hujan-hujanan mengemis, bisa-bisa kamu pipis di celana saking kedinginannya yud
Sial, sampe hari ini saya masih merasa kasian kalo inget anak kecil itu
Jika anda membaca postingan ini, maka paling tidak anda memiliki saluran internet dirumah, di kantor, atau paling sial pasti punya duit untuk menyewa warnet.
Masih merasa kurang beruntung?