Kadang kita membeli buku mahal yang cukup sulit kita pahami karena kapasitas kita yang belum sampai untuk memahami keseluruhan isi buku tersebut. Saya tertarik untuk membeli sebuah buku yang memaparkan 11 mindset yang katanya berguna untuk membaca peluang bisnis masa depan dan menuai profit. Sepintas memang isinya menarik, namun karena belum terbiasa dengan cara penyampaian si penulis maka saya belum mampu menangkap maksud tulisan pada buku ini secara detail. Tulisan dibawah ini saya kutip dari buku MINDSET karya John Naisbitt yang baru saya baca sebagian.
Orang secara budaya dikondisikan untuk benar. Orang tua selalu benar. Guru selalu benar. Bos selalu benar. Siapa yang benar menentukan apa yang benar. Suami-Istri bertengkar soal masalah-masalah yang intinya justru terlupakan akibat keduanya berebut menjadi pihak yang benar.
Partai-partai politik berpendirian harus benar. Seberapa sering sebuah partai politik menerima sikap pihak lain? Bayangkan jika semua energi yang dicurahkan untuk membuktikan pihak lain salah-dan kita benar-disalurkan untuk memikirkan apa yang terbaik bagi apa pun. Yang lebih parah lagi, keharusan menjadi benar merupakan sebuah rintangan dalam pembelajaran dan pemahaman. Keharusan menjadi benar menghambat pertumbuhan anda, karena pertumbuhan tidak akan terjadi tanpa mengubah, mengkoreksi dan mempertanyakan diri sendiri.
Jika anda harus benar, anda menempatkan diri sendiri dalam sebuah benteng tertutup. Tapi begitu anda merasakan hebatnya tidak harus benar, anda akan merasa seperti berjalan melintasi sebuah padang terbuka, dimana cakrawala terbentang luas dan kaki anda bebas melangkah kemana saja.