Tag Archive for mimpi

Laskar Pelangi meraih mimpi

Mimpi…adalah…kunci…
Untuk kita…menaklukkan dunia…
Berlarilah.. tanpa lelah…
Sampai engkau.. meraihnya…

Saya suka sekali dengan lirik lagu laskar pelangi punyanya nidji diatas. Kalo membaca lirik sambil mendengar lagunya ko rasanya jadi semangat deh :-D

Teringat akan film laskar pelangi, dimana si lintang mesti bersepeda jauh sekali (40 km menurut novelnya) untuk bersekolah demi meraih mimpinya. Dia giat sekali belajar walau dengan segala keterbatasan yang mengelilinginya. Benar-benar kisah yang sangat menginspirasi :-D

Sering dulu saya malah malas-malasan sekolah/kuliah, padahal saya tak harus mengayuh sepeda berkilo-kilo meter, tak harus belajar di ruangan yang bocor, tak harus menunggu hingga buaya yang menghalangi jalan ke sekolah menyingkir ke rawa, tak harus belajar dengan lilin di malam hari (kecuali mati listrik), dan masih banyak hal-hal lain yang semestinya membuat saya bersyukur dan belajar lebih rajin.

Semua sudah lewat, tidak perlu takut dan tak perlu disesali, yang penting kan yang terjadi sekarang :-D

Nyanyi lagi ah…

Mimpi…adalah…kunci…
Untuk kita…menaklukkan dunia…
Berlarilah.. tanpa lelah…
Sampai engkau.. meraihnya…

Semuanya akan baik-baik saja

Saya bingung mengapa bapak tiba-tiba marah sama saya. Belum habis kebingungan saya tiba-tiba teman-teman yang saya sayangi membereskan pakaian dan perlengkapannya masing-masing lalu mengucapkan selamat tinggal kepada saya. Kenapa begitu mendadak bro/sis? :-(

Di tengah kegalauan hati ini, saya melihat salah seorang temen baik yang sudah lama tidak saya temui. Wajahnya tampak sudah dewasa sekali, usianya bagaikan 10 tahun lebih tua dari saya walau kami sebenarnya sebaya. Dia tampak sibuk sekali dengan kegiatannya dan hanya sesekali menoleh kearah saya.

Saya semakin bingung ketika saya duduk-duduk tiba-tiba seseorang berteriak untuk segera meninggalkan tempat yang saya duduki. Tanahnya penuh dengan abu yang mengotori celana saya dan udaranya panas sekali. Pasti tempat ini akan terbakar sebentar lagi pikir saya. Tolah toleh kanan kiri ternyata tak satupun sahabat saya yang masih berada di tempat yang dulunya indah ini. Saya pasti ketiduran sehingga ditinggal oleh mereka. OMG!!

Segalanya tampak tidak beres di tempat ini, saatnya untuk ikut berlari. Aduh..sial!! kenapa kaki ini susah digerakkan. Tempat ini bakalan longsor dan saya akan jatuh ke jurang untuk selamanya. Help mee… :-(

Akhirnya saya berhasil keluar dari tempat itu. Saya terbangun dalam sebuah kamar yang penerangannya sangat minim. Tak terdengar suara apapun selain suara kipas angin yang terdengar berirama. Mata saya mulai membiasakan dengan keadaan cahaya di ruangan itu. Saya terbangun di kamar teman saya. Seperti yang temen-temen duga, kejadian diatas hanyalah sebuah mimpi. Segera saya bangun dan melihat teman saya yang lain tampak masih tertidur lelap. Saya pun bergegas untuk mandi lalu berdoa mengucap syukur kepadaNya sebelum saya pergi ke warnet untuk menulis di blog saya.

Hati ini lalu berucap “semua akan baik-baik saja” :-D

Mission Impossible seharusnya mission is possible

Lihatlah beberapa puluh tahun kebelakang. Orang-orang yang menghasilkan karya atau penemuan yang fenomenal biasanya hanya dianggap sebagai pemimpi pada awalnya.

Bayangkan anda hidup pada tahun 1900 awal, jika ada seseorang yang mengatakan kepada anda bahwa manusia bisa menginjakkan kakinya di bulan, pasti anda akan segera menganggapnya hanya mengeluarkan sebuah lelucon. Nyatanya memang benar bahwa ada manusia yang pernah mendarat di bulan. Wright bersaudara pun tak akan menyangka bila sekarang ada sebuah burung besi yang bisa mengangkut ratusan orang melintasi antar benua.

Sekarang bayangkan lagi bila anda hidup pada tahun 1500an, kemudian anak anda bertanya ; bisakah kita berkomunikasi dan bercakap-cakap dengan saudara kita yang berada di seberang pulau tanpa masing-masing meninggalkan pulau tempatnya berdiri sekarang. Anda pasti akan sekuat mungkin menjelaskan kepada anak anda bahwa itu hanyalah sebuah khayalan. Nyatanya, dengan telepon kita bisa bercakap-cakap dengan seseorang di luar negeri sekalipun, tanpa perlu bertatap muka secara langsung. Bahkan tarifnya pun hanya Rp. 0,sekian/detik dari detik pertama sampai sepuasnya
(halah mulai ngelantur :mrgreen: )

Semua hal yang dulu dianggap tidak mungkin dan sekarang menjadi kenyataan, awalnya diciptakan hanya dalam kepala manusia atau hanyalah sebuah ide pada awalnya. Jadi mengapa malu untuk ‘bermimpi’? Sesuatu yang tampaknya ‘impossible’ sebenarnya hanyalah karena belum pernah ada orang yang mampu menciptakan atau melakukannya. ‘Mimpi’ ditambah dengan sebuah tindakan yang didasari keinginan kuat untuk mewujudkannya akan membuat sesuatu yang tampaknya tidak mungkin akan menjadi kenyataan :-D

Jadi sekali lagi, mengapa kita harus takut mempunyai ‘mimpi’? apalagi bila mimpi kita adalah bukan mimpi bagi orang lain alias sudah ada orang lain yang pernah meraihnya, misal : traveling keliling dunia :-D
Bagi saya sekarang itu hanyalah sebuah mimpi, namun tak salah bukan bila saya memimpikan bahwa hal tersebut akan menjadi kenyataan :-D

Mulailah bermimpi (inget jangan sampai keluar iler :mrgreen: )