<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yudiworld[.]com &#187; menabung</title>
	<atom:link href="http://yudiworld.com/tag/menabung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yudiworld.com</link>
	<description>bermain di dunia yang indah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jan 2012 13:30:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
<image>
<link>http://yudiworld.com</link>
<url>http://yudiworld.com/wp-content/mbp-favicon/target.jpg</url>
<title>Yudiworld[.]com</title>
</image>
		<item>
		<title>Jangan remehkan celengan</title>
		<link>http://yudiworld.com/jangan-remehkan-celengan/</link>
		<comments>http://yudiworld.com/jangan-remehkan-celengan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 01:14:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[aku suka]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[celengan]]></category>
		<category><![CDATA[menabung]]></category>
		<category><![CDATA[recehan]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudiworld.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Anda suka uang receh? kalo saya asli suka bangeet.. (secara emang punyanya cuma receh hehe.. ) Kalo inget receh pasti inget celengan juga donk Dulu waktu kecil pasti banyak yang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda suka <a href="http://yudiworld.com/menabung-itu-wajib">uang receh</a>? kalo saya asli suka bangeet.. (secara emang punyanya cuma receh hehe.. <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  ) Kalo inget receh pasti inget celengan juga donk <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  Dulu waktu kecil pasti banyak yang suka nabungin uang 25, 50 atau 100 rupiah di celengannya masing-masing. Piggy bank, begitu kalo orang afrika tenggara bilang. Bener juga yah, mereka bilang Piggy bank trus kita bilangnya CELENGan, sama artinya berasosiasi dengan binatang yang sama <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Kalo saya sih nabungnya di chicken bank waktu kecil hehe.. <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="alignnone" title="celengan" src="http://yudiworld.com/wp-content/celengan.jpg" alt="" width="425" height="282" /></p>
<p>Trus ketika bro udah mulai berkumis dan berjanggut atau ketika sis udah biasa di-apel-in cowo tiap malam minggu, apakah masi suka masukin duit ke celengan? Mungkin ada yang jawab iya dan ada yang udah tidak lagi, namun percayalah, bahwa <span style="color: #800000;"><strong>menabung di celengan itu asik juga loh</strong></span>. <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  (walau lebih enak di bank karena ada bunganya dan ga ada resiko dicungkil adik pake gagang sendok <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  ) Nabung di celengan kan ga mesti pake uang logam, bisa aja kita masukin pecahan seribuan, lima ribuan atau bahkan malah 50 ribuan. Biasanya kalo habis pergi jalan-jalan kan di kantong celana ada uang kembalian yang kadang tidak dimasukkan ke dompet, nah daripada ga sengaja dicuci si mbok atau habis ga keruan dipake jajan, kan lebih baik dimasukin celengan aja <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Misal, berangkat kuliah saya sarapan dulu di warteg, trus uang kembaliannya <a href="http://yudiworld.com/penampilan-kucel-dilarang-masuk">kucel</a> banget. Kadang males kan masukin ke dompet seribuan lecek. Nah tampung dulu di kantong celana <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  Lalu, pulang kuliah beli koran dulu, kali ini kembaliannya habis dipake ngelap keringet sama loper korannya, nah terpaksa tampung lagi di kantong celana <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  Trus fotokopi dapet kembalian Rp.700 pake uang logam, tampung lagi. Kembalian parkir juga ikut ditampung dan seterusnya <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  Sampai di rumah, uang-uang halal tersebut segera masukkan ke celengan. Dengan asumsi peristiwa-peristiwa yang hampir serupa terjadi setiap hari maka hitung aja sendiri berapa uang “receh” yang bisa terkumpul di celengan anda. Lumayan kan kalo celengan tersebut “dibedah” tiap awal bulan. Dapet gaji tambahan deh <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Misal tiap bulan terkumpul <span style="color: #008000;"><strong>25 ribu hingga 100 ribu</strong></span> kan lumayan banget buat anak kos, bisa dipakai beli sabun, odol, deterjen tanpa perlu ambil uang saku atau tabungan. Asik juga kan punya celengan <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudiworld.com/jangan-remehkan-celengan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menabung itu wajib</title>
		<link>http://yudiworld.com/menabung-itu-wajib/</link>
		<comments>http://yudiworld.com/menabung-itu-wajib/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 01:11:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita saya]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[menabung]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudiworld.com/menabung-itu-wajib/</guid>
		<description><![CDATA[Bapak saya selalu menasehati saya dan adik-adik saya untuk menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung sejak kami anak-anak. Beliau adalah salah satu dari sekian banyak orang yang percaya bahwa receh]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bapak saya selalu menasehati saya dan adik-adik saya untuk menyisihkan sebagian <a href="http://yudiworld.com/uang-saku-masa-ke-masa/">uang saku</a> untuk ditabung sejak kami anak-anak. Beliau adalah salah satu dari sekian banyak orang yang percaya bahwa receh pun bila terus dikumpulkan akan menjadi “bukit” bahkan “gunung”.</p>
<p>Lalu gimana donk pa, saya kan sebulan cuma dapet ga seberapa, pasti ga cukup kalo buat nabung? Ternyata baginya nabung itu ga selalu mesti seperti orang yang sudah mapan. Katanya, “jangan melihat dan membandingkan uang yang papa tabung dengan apa yang bisa kamu tabung. Karena kamu masi cupu <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  maka cukuplah tabung sesuai kemampuanmu, jika bersisa Rp.100 ribu misalnya, maka tetaplah tabungkan, jangan dipake yang enggak-enggak kayak <strike>taruhan sepak bola atau main biliar.</strike>” (last sentence atau kalimat terakhir hanya rekaan <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  ) &#8220;Suatu saat tabungan itu akan sangat berguna buat kamu dan mungkin orang lain&#8221; begitu ucapnya.</p>
<p>Dulu saya termasuk orang yang suka sedikit ‘meremehkan’ uang receh. Jika berbelanja di warung dan mendapat kembalian uang logam Rp.50 bahkan dulu ada Rp.25, saya suka membiarkan kembaliannya. (masih katrok sih dulu waktu kecil, ga tau arti dan nilai dari uang <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  , sekarang masih ndeso sih dikit-dikit hehe <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>Ke-katrok-an pandangan saya terhadap uang receh langsung berubah ketika bapak pernah mengatakan kepada saya, bahwa beliau bisa membeli banyak kebutuhan sehari-hari seperti sabun, odol, shampoo, uang jajan buat adik saya yang kecil, hanya dengan uang receh hasil kembalian perbelanjaan bulan sebelumnya <strong>tanpa menyentuh gaji sedikitpun</strong> <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_eek.gif' alt='8-O' class='wp-smiley' /> weks..berapa karung recehannya..??</p>
<p>Baginya uang-uang receh tersebut sangat menyenangkan, karena tanpa menyentuh gaji, banyak kebutuhan sehari-hari bisa terbeli. Duh..tak terpikirkan oleh saya sebelumnya. Entah berapa duit kembalian yang telah saya telantarkan dan mungkin cukup kalo sekedar dipake beli majalah atau koran tanpa perlu narik uang tabungan lagi. <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':-|' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Walau saya bercanda mengatakan “ko kayak tukang parkir ajah ngumpulin receh” namun beliau cuek ajah. Katanya si “biarin tukang parkir, yang penting punya duit. Ga kayak kamu, sok keren tapi nyatanya kere” xixixi… si bapak tau ajah <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Beliau juga mengingatkan bahwa saya mesti bisa <strong>membedakan</strong> <strong>yang mana kebutuhan saya dan yang mana keinginan saya</strong>. Utamakan kebutuhan terlebih dahulu baru kemudian pikirkan keinginan, jangan sampai keinginan terpuaskan tapi kebutuhan tak bisa bayar (kebutuhan dan keinginan yang dimaksud diluar konteks <strike>birahi</strike>, please jangan ‘ngeres’ pikirannya seperti saya <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>Misal waktu saya kuliah, beliau berpesan agar sesuatu yang mesti diutamakan adalah kebutuhan sehari-hari untuk hidup dan juga keperluan untuk kepentingan kuliah. Setelah hal itu terpenuhi baru pikirkan keinginan, seperti beli buku hiburan, main biliar, jalan-jalan, dsb.</p>
<p>Kemudian di akhir pembicaraan, beliau selalu berpesan :<br />
<font color="#000080"><strong>“ingatlah untuk selalu menyisihkan uang untuk ditabung” <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /><br />
</strong></font></p>
<p>Nabung yukkk…. <img src='http://yudiworld.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudiworld.com/menabung-itu-wajib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 1/13 queries in 0.004 seconds using disk: basic
Object Caching 466/488 objects using disk: basic

Served from: yudiworld.com @ 2012-02-09 21:47:59 -->
