Tag Archive for kebiasaan buruk

Kebiasaan buruk di pusat perbelanjaan

Pusat perbelanjaan seperti mall atau pasar tradisional adalah tempat berbaurnya berbagai macam orang dengan kepentingan yang berbeda-beda. Umumnya mereka kepentingannya adalah untuk berbelanja, jualan atau hanya liat-liat ga beli. Jika diamati, banyak orang berperilaku “kurang baik” ketika sedang berada di pusat perbelanjaan.

Ambil contoh di mall, berikut adalah kebiasaan-kebiasaan nyeleneh yang sering saya amati (secara saya sering ga da kerjaan pas nungguin ibu/adik belanja :mrgreen: ) :

1. Merusak segel buku.
Biasanya sering dilakukan pada buku yang baru terbit, pelakunya biasanya tolah-toleh kanan kiri, liat-liat apakah situasi aman dan ga ada penjaga toko atau satpam. Lalu dengan santai dia merobek segel plastik dan menjejalkannya di belakang tumpukan buku. Saya ga sekalipun berani ngelakuin beginian, tapi saya biasa nunggu orang-orang semacam ini melakukan aksinya dan selesai dia baca maka saya bisa “ikut menikmati” buku hasil kebiadabannya :mrgreen:

2. Buang abu rokok sembarangan
Payah banget, udah ada asbak tapi sering saya liat banyak yang buang abu rokok sak enak udelnya, terutama di daerah food court. Habis makan trus nyender santai. Tangan kanan diletakkan di bahu istri atau pacar, lalu tangan sebelah dengan santai memegang rokok dan menceceri lantai dengan abu rokok. Payah :evil:

3. Nempelin upil sembarangan
Totally super jorok rok rok. Langsung eneg kalo kebetulan liat orang begini. Ngupil trus “hasilnya” ditempelin di tembok atau mana aja yang kira-kira lowong.

4. Makan makanan di supermarket sebelum dibayar.
Sayalah pelakunya hehe…, sering saya comot chitato atau minuman, lalu makan dan minum sambil nungguin ibu belanja. Ga sopan banget yah :oops: habisnya bosen n laper sih hehe :mrgreen: Trus biasanya akhirnya di kasir bayar bungkus/botol kosong dah hehe :lol:

5. Buang gas sembarang tempat
Busuk banget!! Pelakunya ga sopan banget :evil: buang gas di keramaian dan orang-orang sekitar sana jadi korbannya. Bisa saling pandang n saling mencurigai satu sama lain, padahal pelakunya udah ngacir entah kemana :evil:

6. Nge-lap tangan berminyak sembarangan.
Pernah beberapa kali saya memergoki anak kecil yang habis makan sesuatu yang berminyak (mungkin sejenis gorengan) lalu main lap aja di handuk atau baju yang dijual di perbelanjaan tersebut. Bagh..ortunya payah ni, ga bisa ngajarin anak :mrgreen:

7. “cuci mata” berlebihan
Cuci mata yang dimaksud kali ini adalah “menikmati” pemandangan indah dari lawan jenis :mrgreen: Ada loh, orang yang ga sopan yang melototin terang-terangan dengan muka mesum banget. Ih…ngeri deh kalo ngebayangin jadi ceweknya :mrgreen:

8. Memalak anak kecil
Gerombolan preman kelas teri biasanya suka malakin anak kecil yang ga berdaya (kayak saya dulu waktu kecil) untuk dimintain uang buat main ding-dong, ps2, dan sejenisnya. Bajingan cilik begini biasanya digertak aja dah lari. Kemungkinan mereka ga jahat-jahat amat, tapi udah kebelet banget pengen main tapi ga punya uang sama sekali. Kasian…

9. Dan lain sebagainya (ga sempet survey lebih mendalam soalnya :mrgreen: )

Itulah laporan hari ini, bener-bener ga da bahan postingan jadi terpaksa harus nulis pengamatan pribadi yang ga penting deh :mrgreen:

nb : kecuali yang point 4, saya bukanlah salah satu pelaku jenis “kebiadaban” model diatas. Ini saya tulis berdasarkan sesuatu yang sering/terkadang saya liat waktu berbelanja :-D

Membentuk kebiasaan (yang baik)

“ Pikiran atau tindakan apa saja yang anda lakukan secara berulang ulang pada akhirnya akan menjadi sebuah kebiasaan baru”

Bangun siang selama sebulan berturut turut akan membuat anda malas bangun pagi ( kecuali dibangunin Sandra Dewi trus diajak jalan-jalan :mrgreen: )

Mencontek setiap kali ada ulangan di sekolah akan membuat anda malas belajar dan lebih mengandalkan contekan teman.

Mengumpat setiap kali ada kejadian yang kurang berkenan dengan anda akan membuat anda menjadi “tukang misuh”

Hati-hati apabila anda melakukan suatu kegiatan dengan intensitas yang berulang ulang. Syukur apabila kegiatan itu adalah kegiatan yang positif dan pantas untuk terus dilanjutkan serta dijadikan kebiasaan. Namun bila kegiatan atau tindakan yang anda lakukan secara berulang ulang adalah suatu kebiasaan buruk, maka sudah saatnya untuk segera berubah.

Waktu SMA dulu saya suka sekali menunda pekerjaan. Awalnya karena lelah seharian beraktivitas. Lama kelamaan saya terbiasa menunda-nunda dan akhirnya benar-benar sulit untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Saya suka menunda belajar (padahal emang ga pernah belajar dan kadang-kadang suka bolos sekolah :mrgreen: ), suka menunda mengerjakan tugas sekolah sehingga akhirnya selalu kelabakan sehari sebelum tugas itu dikumpulkan.

Kebiasaan tersebut mulai berubah semenjak saat kuliah. Terdesak akan keinginan untuk lulus dengan nilai yang baik, maka ‘dengan terpaksa’ saya meninggalkan kebiasaan menunda saya. Sangat berat awalnya, namun setelah rutin dilakukan maka lambat laun kebiasaan tersebut jadi hilang, bila tidak hilang sama sekali setidaknya berkurang.

Ternyata benar apa yang sering ditulis di buku-buku motivasi itu, bahwa suatu tindakan jika dilakukan secara berulang-ulang maka akan menjadi sebuah kebiasaan baru. Terpikir oleh saya, alangkah ‘kerennya’ bila kebiasaan-kebiasaan baik mulai saya ciptakan sendiri agar kehidupan saya menjadi lebih berguna lagi :-D
Prakteknya ternyata sulit, masih banyak kebiasaan kurang baik yang tidak bisa berubah ( baca : tepatnya saya sendiri/kita sendiri yang tak mau/tak punya niat untuk merubahnya)

Target saya ‘membiasakan’ kebiasaan 1 bulan ke depan ga muluk-muluk deh, saya ikrarkan (cieee….lambemu dan bahasamu ke laut aje :mrgreen: ) bahwa urutan prioritas yang saya posting kemaren harus segera menjadi kebiasaan yang bisa saya lakukan tanpa hati ini merasa dongkol, susah, terpaksa, malas dsb. Saya ingin tindakan itu bisa saya lakukan layaknya saya sarapan pagi (enteng banget sarapan, tinggal ambil hidangan di meja, trus dimakan, beres dah :-D )

Tapi bisa ga ya..??
Moga-moga bisa dan memang harus bisa :-D