“I was looking for my chalk but someone gave me a new one,” said Gomez.”I’m always using the same chalk and that’s a little comfort for me.”I thought it might be lucky charm as I used it from the beginning of the tournament up to now.
“In this competition I started playing the qualifying round until this final match so this was my big opportunity. I’m so depressed.”
Begitu ungkapan Roberto “superman” Gomez setelah kekalahannya di final kejuaraan dunia billiar bola 9 kemarin. Apa yang disinggungnya? yap hanya sebuah kapur, namun kapur tersebut dia rasakan membawa keberuntungan sejak awal turnamen. Tapi benarkah ketidak adaan kapur itu yang menyebabkan dia kalah? Ini susah dibuktikan, namun secara psikologis dia telah diserang oleh keyakinan akan kapur keberuntungannya.