Ada sebuah bandar udara di Jepang yang boleh dibilang sebagai salah satu kehebatan manusia di dalam membangun karya dengan “mengakali alam”, bandar udara tersebut bernama Kansai International Airport.
Airport yang satu ini dibangun terpisah dari daratan atau tepatnya dibangun diatas laut dan menghadap langsung samudera pasifik. Airport ini terhubung ke daratan melalui sebuah jembatan modern yang dapat dilalui oleh kereta, mobil, maupun bus.
Saya tiba-tiba tertarik menulis tentang Kansai International Airport setelah secara tidak sengaja melihat liputan pembangunannya di televisi. Bandara tersebut digambarkan memiliki konstruksi yang dibuat tahan gempa (yang memang sering terjadi di jepang) dan juga tahan badai. Pembangunannya sendiri diberitakan sangat sulit, karena mesti meng-urug sebuah areal di air dan perancangnya juga mesti memikirkan bagaimana caranya agar bandara tersebut tidak tenggelam akibat lapisan tanah yang lembut dibawah permukaan laut yang mendasari bandara tersebut. Hingga saat ini dikatakan bahwa “amblasnya” bandara sudah dapat dikurangi dari 5 cm/bulan menjadi kira-kira 5 cm/tahun. Weih ruwet mesti buatnya.
Kansai International Airport juga sering disebut sebagai Black Hole airport oleh para pilot karena ketika akan melakukan pendaratan pada malam hari, cahaya hanya datang dari bandara tersebut, sedangkan disekitarnya gelap gulita.
Beberapa penumpang yang diwawancarai mengatakan bahwa ada sensasi tersendiri ketika mendarat di bandara ini. Seolah-olah pesawat akan mendarat di atas air atau di sebuah kapal induk. Mungkin mirip-mirip bandara Ngurah Rai jika mendarat dari arah barat kali yah
Dari televisi sudah terlihat indah, aslinya pasti lebih menakjubkan
