Tiap manusia umumnya memiliki berbagai impian yang ingin diwujudkan, tak terkecuali saya. Jika ditanya impian saya apa, maka pastilah jawabannya sangat panjang untuk dituliskan. Benarkah begitu? mungkin juga tidak.
Selasa hingga kamis kemarin, saya pulang kampung ke singaraja, sebuah kabupaten di daerah bali utara. Saya pulang untuk merayakan hari raya Galungan yang jatuh pada hari rabu tanggal 20 kemarin. Karena rumah saya disana sangat sepi, maka sehabis upacara suasana akan berubah menjadi sunyi bagai di pinggiran hutan. Sambil menunggu hari kamis untuk kembali ke Denpasar, maka saya pun menghabiskan waktu untuk merenung di depan kolam ikan peninggalan almarhum nenek saya tercinta.
Merenung sejenak menjadi kegiatan yang menyenangkan sambil menghabiskan waktu di tempat yang sepi seperti kampung saya. Tentu jangan terlalu serius merenungnya, ntar jangan-jangan malah kesambet roh halus atau disangka sakit jiwa
Topik renungan kali ini adalah : Apa sih yang sebenernya saya impikan dalam hidup?
Ternyata banyak hal berseliweran di kepala ini, terutama hal-hal yang duniawi
Namun ternyata jika terus dipilah-pilah menjadi lebih spesifik, saya menyimpulkan bahwa impian saya cukup sederhana (jika dibandingkan dengan seluruh impian di dunia ini yang ga ada habisnya). Saya hanya ingin hati ini senang (tidak susah) walau segala keadaannya tidak wah ataupun berlebih-lebihan
Melihat keluarga dan teman-teman selalu bahagia, melihat anak istri kelak dengan selalu tersenyum dengan hati yang riang. Berdoa setiap hari kepada Yang Maha Kuasa dengan keadaan hati senang. Alangkah senangnya bila bisa begitu, ga perlu dan ga usah perlu punya istana seluas 2 hektar, dodge viper di garasi dan F22 raptor di halaman serta kapal pesiar di pelabuhan
Terlalu sederhanakah? Mewah bagi saya
Apakah yang punya uang 1 triliun selalu lebih bahagia daripada yang hanya punya uang 1 miliar?
Apakah yang lulus cumlaude hatinya selalu lebih bahagia daripada yang lulus kuliah 7 tahun?
Apakah yang tinggal di kota hatinya selalu lebih bahagia daripada yang tinggal di desa?
Apakah yang punya pangkat tinggi hatinya selalu lebih bahagia daripada yang pangkatnya rendah?
Kebahagiaan ga diliat dari jumlah, materi, pangkat, kedudukan, dsb. Siapa aja berhak punya hati yang senang
Apakah kalo punya cewek Sandra Dewi hatinya selalu lebih bahagia daripada punya cewek Dian Sastro? (lah yudi ngaco ah, sama-sama cihuuyy tuh
)
Hati bahagia adalah karunia yang sangat indah