Search Results for: cerita x seru ibu guru

Soundrenalin : Free your voice & good bye jogja

Hari terakhir di Yogya akhirnya dipakai untuk nonton soundrenalin 2008, Free your voice dari siang mpe malem. Siang itu saya dan anak-anak penghuni kontrakan udah siap-siap untuk berangkat menuju prambanan di pinggiran klaten. Kali ini kami ga bawa kendaraan, ceritanya sih pengen belagak ala turis backpacker. Jalan-jalan kemana-mana dengan kocek terbatas namun hati senang :-D

Dari segi kocek si emang udah mirip turis backpacker, cuma bawa perbekalan seadanya. Sayangnya dari segi tampang, kami lebih mirip pemuda desa dari lereng gunung yang ikut-ikutan urbanisasi :mrgreen: jeans belel, baju kaos seadanya (warnanya asal item), sepatu converse corak norak (yang harganya ga sesuai dengan ke-kumal-annya hehe..), tas punggung dan tak lupa asesoris ga penting lainnya :mrgreen:

soundrenalin free your voice

Transportasi umum yang akhirnya kami pilih adalah bus Trans Jogja. Tiketnya ternyata murah banget, hanya 2700 rupiah, pas banget ama kondisi kantong saya dan anak-anak. Bis yang kami tumpangi ternyata cukup nyaman, layoutnya si mirip bus yang mondar-mandir ngelayanin penumpang yang mau naik pesawat di airport. Di perjalanan kami bertemu dengan banyak muda-mudi yang tampaknya memiliki tujuan serupa dengan kami. Ada yang cantik, kumal, norak, keren, wangi, rambut warna-warni, gendut, bahkan yang bertampang mau interview kerja juga ada. Pokoknya perjalanan kali ini menyenangkan, karena sepanjang perjalanan kami bercanda dan terkadang membicarakan cewe-cewe di sekitar kami dengan bahasa daerah yang pastinya ga mereka mengerti. Kalo ada yang ngerti, ya berarti apes di kita :mrgreen:

Sesampai di depan candi prambanan, kami segera mencari tiket. Sempet kuatir bakal kehabisan tiket dan terpaksa kantong dihisap calo, namun ternyata tiket yang tersedia masih sangat banyak. Bahkan jika beli di calo pun harganya ga jauh dari harga normal, bahkan ada juga calo yang menjual tiketnya seharga Rp.20.000 alias sama dengan harga normal. Wadaww calo yang aneh… :-D

Baru masuk areal soundrenalin, kami segera bergegas menuju stage utama untuk menonton band dan artis yang paling beken. Eh ternyata yang lagi nyanyi adalah si cantik BCL, segera saja saya mulai merangsek agak ke depan untuk ikut melambai-lambai ke si cantik setiap dia menoleh ke sisi saya menonton. Wow ternyata bunga emang secantik seperti yang biasa saya liat di tipi. Suaranya mendesah seksi dan pastinya dia juga ramah sama penonton (ya iya lah.. wong dia dibayar :mrgreen: )

Selain menonton, kami juga berkeliling ke stand-stand yang menyediakan bermacam-macam asesoris, makanan, dan tentunya beberapa permainan untuk penonton yang jenuh menonton musik.

Silih berganti band-band dan artis/artis mengisi acara di panggung, semakin sore penonton pun semakin bertambah banyak. Badan lelah dan keringetan udah ga berasa lagi karena keasikan ikut nyanyi teriak-teriak sambil sesekali lompat-lompat kayak simpanze kalau bandnya bawain lagu yang asik dan nge-beat. Apalagi pas nidji dan andra and the backbone tampil, wuahh ga bakal sadar deh saya jika seandainya ada pencopet yang ngincer saya, saking sibuknya joget dangdut sendiri (nah loh ko dangdut :mrgreen: )

Bekal air dan makanan di tas punggung pun ga terasa semakin menipis, namun kami berempat bertahan hingga acara selesai. Pesta kembang api menutup acara soundrenalin di prambanan kemaren. Kami pun pulang dengan badan penuh peluh dan kaki lecet-lecet.

Walau pulang dengan hati puas, namun ada sedikit masalah. Kami kemalaman di dinginnya udara malam di pinggiran kota dan tidak menemui satu pun transportasi umum yang bisa kami gunakan. Dasar nekat, kami berempat terus berjalan ke barat (arah menuju yogya) sambil berharap ada bis atau taxi yang bisa kami tumpangi. Salah satu temen saya bahkan terpaksa berjalan sambil melepas sepatunya. Kelingking kakinya udah lecet ga keruan dan ga bisa lagi mentoleransi gesekan sepatu.

Kira-kira 30 menit kemudian Tuhan memberikan karunianya, sebuah bis mira lewat dan kami pun berteriak-teriak mengejar bis bagai pilot pesawat tempur yang tertembak jatuh melihat helikopter penolong di gurun. Bis tersebut sudah penuh sesak dengan anak-anak yang bernasib sama dengan kami, tapi gpp yang penting bisa pulang ga jalan kaki, walau harus duduk di penutup mesin disamping sopir.

Waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam ketika kami sampai di kontrakan, sebuah pengalaman yang menyenangkan. Sayang sekali kami tidak mengabadikan momen tersebut karena kami baru inget untuk membawa kamera ketika sudah separuh jalan. Sial!! Padahal makanan dan minuman ga lupa tapi ko kamera bisa lewat.

Saya pun tertidur lelap malam itu untuk bersiap-siap pulang ke Bali keesokan harinya. Saatnya untuk bermesraan dengan blog saya ini, dah kangen bo.. :-D

mau ngajak main ping-pong malapu, si bro, fachia sama inspired blog ni. makasi dah di ping, sekarang tak pong :mrgreen: