Mengambil keju dalam perangkap tikus

Ada pepatah tua mengatakan “The only free cheese you can find only in the mouse trap.”

jebakan tikusWow..sebegitu seramkah dunia ini sekarang, sehingga tak ada lagi yang gratis di dunia ini. Apabila pepatah tadi kita hubungkan dengan keinginan untuk meraih pencapaian tertentu misal-ingin kaya, ingin pintar, ingin punya bentuk tubuh yang indah, ingin mendapat rangking 1, ingin mendapat kenaikan gaji, ingin mendapat penghargaan, ingin dapat berhenti merokok, ingin dapat pacar cantik, ingin punya mobil mewah, ingin jadi pilot, ingin bisa berbahasa perancis, dsb..dsb..dsb….-pastilah untuk mencapainya perlu pengorbanan atau bahasa lainnya perjuangan. “Yud, kalo gitu aja si kita-kita dah pada tau dari jaman kuda gigit besi”.

Eits..kalo gitu mari kita kembali pada pengertian pepatah tadi. Sesuatu yang gratis (atau paling tidak jalan pintas) biasanya ada pada jebakan tikus. Nah loh bingung jadinya.

Aku si cuma pembaca aja, karena kapasitasku yang masi cetek jadi aku coba hubungkan dengan pengalamanku sendiri. Waktu SMA, setiap murid di kelasku ingin mendapat nilai yang bagus di raport tanpa peduli seberapa mampu mereka menyerap pelajaran di kelas. Kadang siswa yang daya serapnya seperti plastik (plastik ga bisa nyerap air)–melirik diriku sendiri—pun berhasrat untuk meraih nilai tinggi di kelas. Karena dengan metode lama nan dianjurkan yaitu belajar giat dan menjawab sendiri soal ulangan sudah tak mampu dilakukan maka aku pun mencoba jalan pintas favorit anak-anak sekolahan yaitu mencontek. Tak tanggung-tanggung dari 40 soal ujian aku mencontek temanku dari no 1 sampai 40, sesuatu yang bagiku sekarang adalah SANGAT MEMALUKAN. Anehnya temanku tak keberatan pekerjaannya dicontek semuanya karena kujanjikan akan kutraktir selama masa ujian. Singkat cerita nilai lumayan pun kudapat, temenku pun puas karena mendapat traktiran, win-win bukan..? SALAH, aku ternyata dikibuli dan meng-kibuli diriku sendiri. Aku memang dapet nilai lumayan tapi dapet pinter nggak sama sekali. Temanku pun bersedia dicontek bukan hanya karena ditraktir, namun merasa bahwa nilaiku toh tak akan melebihi dia karena semua jawabanku sama dengan dia (pinter bukan), selain itu dia pun tetap pinter sedangkan aku “pinter” karena nilaiku sama dengannya alias cuma dianggap pinter di raport padahal sebenernya nggak banget.

Akhirnya kusadari bahwa aku baru saja makan keju yang disiapkan dalam jebakan tikus. Masi untung aku ga sampe kejepit dan mati kayak tikus tapi hanya keracunan dan bisa berusaha memperbaiki diri.

Sepertinya setiap jalan pintas pada jaman sekarang sama aja dengan berusaha mengambil keju dari jebakan tikus, jika kita ingin cepat kaya dari korupsi berarti kita udah siap dengan resikonya yaitu kejepit jebakan tikus. Beberapa tikus cukup lihai karena mampu mengambil keju tanpa terjepit. Anda berani? Ah..saya yang lurus-lurus aja deh :-)

2 comments… add one

Leave a Comment