Membentuk kebiasaan (yang baik)

“ Pikiran atau tindakan apa saja yang anda lakukan secara berulang ulang pada akhirnya akan menjadi sebuah kebiasaan baru”

Bangun siang selama sebulan berturut turut akan membuat anda malas bangun pagi ( kecuali dibangunin Sandra Dewi trus diajak jalan-jalan :mrgreen: )

Mencontek setiap kali ada ulangan di sekolah akan membuat anda malas belajar dan lebih mengandalkan contekan teman.

Mengumpat setiap kali ada kejadian yang kurang berkenan dengan anda akan membuat anda menjadi “tukang misuh”

Hati-hati apabila anda melakukan suatu kegiatan dengan intensitas yang berulang ulang. Syukur apabila kegiatan itu adalah kegiatan yang positif dan pantas untuk terus dilanjutkan serta dijadikan kebiasaan. Namun bila kegiatan atau tindakan yang anda lakukan secara berulang ulang adalah suatu kebiasaan buruk, maka sudah saatnya untuk segera berubah.

Waktu SMA dulu saya suka sekali menunda pekerjaan. Awalnya karena lelah seharian beraktivitas. Lama kelamaan saya terbiasa menunda-nunda dan akhirnya benar-benar sulit untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Saya suka menunda belajar (padahal emang ga pernah belajar dan kadang-kadang suka bolos sekolah :mrgreen: ), suka menunda mengerjakan tugas sekolah sehingga akhirnya selalu kelabakan sehari sebelum tugas itu dikumpulkan.

Kebiasaan tersebut mulai berubah semenjak saat kuliah. Terdesak akan keinginan untuk lulus dengan nilai yang baik, maka ‘dengan terpaksa’ saya meninggalkan kebiasaan menunda saya. Sangat berat awalnya, namun setelah rutin dilakukan maka lambat laun kebiasaan tersebut jadi hilang, bila tidak hilang sama sekali setidaknya berkurang.

Ternyata benar apa yang sering ditulis di buku-buku motivasi itu, bahwa suatu tindakan jika dilakukan secara berulang-ulang maka akan menjadi sebuah kebiasaan baru. Terpikir oleh saya, alangkah ‘kerennya’ bila kebiasaan-kebiasaan baik mulai saya ciptakan sendiri agar kehidupan saya menjadi lebih berguna lagi 😀
Prakteknya ternyata sulit, masih banyak kebiasaan kurang baik yang tidak bisa berubah ( baca : tepatnya saya sendiri/kita sendiri yang tak mau/tak punya niat untuk merubahnya)

Target saya ‘membiasakan’ kebiasaan 1 bulan ke depan ga muluk-muluk deh, saya ikrarkan (cieee….lambemu dan bahasamu ke laut aje :mrgreen: ) bahwa urutan prioritas yang saya posting kemaren harus segera menjadi kebiasaan yang bisa saya lakukan tanpa hati ini merasa dongkol, susah, terpaksa, malas dsb. Saya ingin tindakan itu bisa saya lakukan layaknya saya sarapan pagi (enteng banget sarapan, tinggal ambil hidangan di meja, trus dimakan, beres dah 😀 )

Tapi bisa ga ya..??
Moga-moga bisa dan memang harus bisa 😀

12 comments… add one

  • ayo semangat mas yudi, awalnya memang pasti berat, tapi kalau niat dan dilakukan secara rutin, ya itu tadi, pasti jadi kebiasaan 😀

  • Saya juga harus mengubah kebiasaan buruk neh, biar ga kebawa sampai tua nanti

  • @ jimmy
    thx mas jimmy 😀

    @ Putra eka
    Ayooo…..

  • SEMANGAT !!!!!!!

  • saya dulu punya kebiasaan susah bangun pagi. tapi setelah diniati betul-betul bisa berubah kok. positive thinking bos…

  • mulai dari yang kecil, mulai sekarang juga :)

  • setiap orang punya kebiasaan masing2…saya termasuk orang yang kurang tertib dalam mengatur waktu…tapi ga tau juga, saya sudah merasa enjoy dengan kebiasaan saya…yang pasti kalo kebiasaan sehari2 anda sudah dirasa baik…ya teruskan saja…walopun itu mungkin kebiasaan yang kurang tertib…seperti saya…hihi
    soalnya ada orang juga yg kebiasaannya ga tertib kayak saya, tapi malah menyenangkan…hihi…jadi, be your self…
    salam dahsyat…hihi

  • kebiasaan saya tidur..dan ga nahan lihat cewe cakep 😀

  • Gimana kalo membiasakan diri untuk tidak memiliki kebiasaan. Jadi ritme hidup selalu berganti-ganti setiap periode. Jadikan kejutan sebagai sebuah kebiasaan. Kyknya unik :)

  • Kalo kebiasaan gw sih semua yang orang bilang baek, hehehehehe

  • @ all

    hehe..komennya asik asik semua 😀
    iya deh, bener juga kalo mending be your self aja 😀

  • Biasanya yang jadi penghalang menumbuhkan kebiasaan baik yang baru adalah kebiasaan kita untuk mengeluh 😀
    Semoga berhasil ya mas Yudi 😀

Leave a Comment