Lain level lain keinginan

“Wah betapa enaknya ya kalo kita jadi miliuner, uang banyak dan bisa jalan-jalan keluar negeri kapan aja. Tapi ko banyak pemain bola top protes minta naik gaji yah, padahal kalo aku jadi mereka maka aku ga akan minta kenaikan gaji lagi, dicadangin atau makan gaji buta karena cedera juga it’s okay. Ratusan sampai miliaran per minggu gitu lohhh….” begitu ungkapku suatu saat ketika ngobrol bareng temenku. “mereka ga bersyukur banget ya sama gajinya” lanjutku kemudian. Di lain kesempatan ulu hatiku serasa ditonjok ketika anak di kampungku berbicara pada temannya seperti ini :

“Beh, ia ne enak gen, tiap hari minimal baange bekel 20 ribu ken memene ditambah ngidih ane len-lenan yen ia perlu. Sing cara raga-raga ne, tiap bulan maan satus seket gen be kendel atine. Yen raga dadi ia, sing be raga cerewet ngidih kene keto, cukup amonto gen”, terjemahannya kira-kira seperti ini “bah, dia si selalu enak, setiap hari minimal dikasi uang jajan 20 ribu oleh ibunya ditambah hal lain-lain jika dia perlu. Tidak seperti kita-kita yang setiap bulan dapat 150 ribu saja sudah senang sekali. Kalo aku jadi dia maka aku akan merasa cukup sekali dengan apa yang telah dia terima”. Halah ternyata aku pun termasuk orang yang belum bisa bersyukur.

Nah, seketika aku teringat dengan ucapanku tentang pemain bola diatas. Ternyata life is no so simple, banyak sesuatu yang selalu kita inginkan tanpa sadar bahwa seharusnya kita bersyukur dulu atas apa yang kita punya baru kemudian berusaha untuk lebih baik lagi.

Sekarang aku yakin bahwa seandainya orang orang sepertiku di posisi pemain bola top seperti itu maka aku juga akan meminta kenaikan gaji seperti mereka. Manusia memang tak pernah puas, namun jangan lupa bersyukur kepada Tuhan atas yang kita miliki.

Tuhan bisa memberi pelajaran lewat mana saja, termasuk lewat anak desa di kampungku :-)

2 comments… add one

  • Jadi ingat lagu lama Oppie …
    Andai a … a … a aku jadi orang kaya …
    nggak perlu pake kerja …..

  • he..he..bisa aja ko asal beruntung

Leave a Comment