Kisah Jenson Button dan Brawn GP

Jenson Button, sebuah nama yang tiba-tiba terkenal pada tahun 2000. Jenson dianggap sebagai the new big things di kalangan pecinta Formula 1. Dialah pembalap Inggris termuda yang menjalani debutnya di Formula 1 dan diambil oleh tim papan atas (waktu itu) yaitu tim Williams. Muda dan berwajah menarik, maka klop sudah untuk dijadikan idola 😀

Seingat saya Jenson mulai mengalami “cobaan karir” ketika datang anak bengal dari Kolombia yang bernama Juan Pablo Montoya. Button pun mulai dipinggirkan dan terpaksa berlabuh di tim Benetton (tim ini sudah tidak ada dan diambil alih oleh Renault). Berbekal mobil yang tidak terlalu kencang, maka performa Button pun biasa-biasa saja. Status idola pun berangsur hilang karena Button tak kunjung berprestasi. Perhatian teralih kepada pembalap muda dengan gaya yang sangat cool yaitu Kimi Raikkonen dan tentu saja jagoan dahsyat asal Spanyol Fernando Alonso.

Hidup memang bagai roda, Button ternyata kembali memperoleh mobil bagus pada tahun 2006 dengan tim-nya Honda. Button berhasil memenangkan Grand Prix pertamanya di Hungaria pada musim balap 2006. Akhirnya, Button yang udah membalap di F1 sejak saya SMA, mendapat kemenangan pertamanya ketika saya lulus kuliah :mrgreen: (bandingkan dengan Lewis Hamilton yang sudah menang pada musim debutnya, walau faktor mobil juga mempengaruhi)

Button sempat berulah. Dia mengingkari janjinya untuk pindah ke tim lamanya Williams dan berusaha sekuat tenaga tetap di Honda yang dianggapnya memiliki prospek bagus (walau akhirnya tak terbukti), padahal pada tahun 2004 Button sempat berkoar akan meninggalkan BAR (kemudian menjadi Honda) yang tak kunjung memiliki mobil yang kompetitif. Akhirnya Button pun menjilat ludah sendiri.

Singkat cerita, sungguh kasihan bila membaca berita Jenson Button di awal-awal 2009. Seorang “mantan idola” harus bersiap untuk tidak membalap di musim 2009 karena Honda memutuskan mundur dari kancah F1. Namanya makin terpuruk karena publik Inggris sudah terlanjur menemukan idola baru pada sosok Lewis Hamilton yang berhasil menjadi juara dunia Formula 1 2007. Karir Button terancam habis.

jenson buttonTernyata Tuhan memang tidak bisa ditebak dan selalu memiliki rencana yang paling baik. Hanya sebulan sebelum GP Australia (seri pembuka musim 2009), tim Honda diambil alih oleh mantan manajemen tim Honda itu sendiri. Ross Brawn dan Nick Fry dan meleburkan diri menjadi sebuah tim baru yang bernama Brawn GP. Jenson (walau harus merelakan gajinya dipotong) pun mendapat kesempatan kedua dalam karir Formula 1-nya, dia dipastikan tetap membalap di musim 2009. Tidak tanggung-tanggung, Brawn GP ternyata langsung cepat dan membuat tim-tim lain terkesima dengan kecepatannya ketika menjalani tes pra musim.

Bagi para penggemar F1 tentu sudah bisa menebak akhir ceritanya. Jenson Button akhirnya tak hanya cepat dalam tes pramusim, namun benar-benar mampu memenangkan GP Australia sekaligus memberikan kemenangan pertama bagi Brawn GP. Sebuah tim yang dipersiapkan “hanya sebulan” (kenyataannya lanjutan dari pengembangan tahun lalu), berhasil menempati posisi start 1-2 dan Finish 1-2 pada lomba debutnya. LUAR BIASA!!! 😀

Kini Jenson bakal kembali menjadi idola. Jenson Button, from Hero to Zero, back to Hero again. He is not loser anymore.. 😀

14 comments… add one

  • sayang pembalap indonesia sedang dalam masa pemeriksaan xixixi… 😛

  • aku ga pernah nonton F1 Yud, tapi kemaren baca berita di koran tentang kisahnya jadi terharu ndiri….ho oh…hidup tu kayak roda…nikmati tiap saat yaaah… congrats buat JB.

  • Wahhh.. sayang sekali saya gak suka sama Button.. Hehehehe.. Saya jagoin Felipe Massa.. 😀

  • Membaca kisah si Jenson ini, sepertinya nie orang punya jalan hidup yg kayak roda mobil. Cepat di atas, lalu dah dibawah lagi, naik ke aatas lagi, lalu ke bawah lagi. Untunglah gak kayak roda tank. Klo sempat kayak roda tank jatuhnya, wuuiiihhhh bisa stress kali ya.
    Ato bs jd jg dia punya feeling kuat soal pilihannya di Honda.

    Ah entahlah, namanya jg saya menduga2 :)

  • Selamat Siang…
    Salam Kenal dari Balikpapan…
    Boleh bertukar link..? :)

  • saya penggemar Felippe Massa sama alonso. hehehehe…

  • kisahnya bisa di jadikan pemacu untuk terus berusaha meraih mimpi

  • ,aku te2p dukung michael schumacher…..

    ,walopun udh pensiun…..:D

  • kemarin cuman manggut2 nontonnya di global

  • Kisah yg benar2 memberi inspirasi :)

  • cukup menarik sejarah dia ya

  • Chaaaaayoooo Button.. 😀

  • salut deh sama dia…
    walau lebih demen sama schuni, berhubung schuni udah pensiun yauda deh…

    Maju Button….

    Salaut juga ma BRAWN GP…

  • informasi yang sangat berbobot, thanks ya atas infonya. Memang benar kita harus selalu rajin dan terus positif demi kemajuan. Sukses selalu!

Leave a Comment