Kadang perlu seperti anak kecil

Waktu kecil aku suka banget berkhayal mengenai apapun yang terlintas dalam benakku. Pas ada orang iseng nanya, “dik, kalo dah besar mau jadi apa?,” dengan santai aku menjawab “jadi pilot.” Anehnya jika besoknya kalo ada orang nanya pertanyaan yang sama maka jawabannya berubah menjadi “pengen jadi pembalap tante,” besoknya lagi pengen jadi tentara, jadi dokter, jadi satria baja hitam, jadi power rangers, jadi ultraman, jadi presiden, jadi pemain bola, jadi mafia, jadi jagoan silat, bahkan jadi gugel.

Tak ada yang salah dengan anak kecil yang berkhayal tapi kenapa jika anak kecil tadi (yang kebetulan adalah aku sendiri) berangsur angsur dewasa maka cita-citanya tak semegah dulu lagi? Mengapa ketika akan lulus SMA masih bingung memilih jurusan di perguruan tinggi? mengapa tiba-tiba berhenti bercita-cita jadi dokter? Sepertinya ada yang salah dengan impian masa laluku. Ternyata menggapai semua impian itu tak semudah yang kubayangkan waktu kecil. Pikiranku mulai teracuni oleh ketidakyakinan.

Apakah ketidakyakinanku benar? Atau aku hanya realistis menghadapi perjalanan hidup yang memang tidak mudah. Jawaban tiap orang atas pertanyaanku pasti beda satu dengan lainnya, namun yang kuyakini ialah bahwa cita-cita itu akan selalu bias dicapai bila yang bercita-cita masih punya keyakinan untuk mencapainya. Tapi aku tidak yakin bisa menjadi dokter (ya gimana mau yakin, biologi aja nilaiku selalu tiarap). Nah, siapa yang salah? Guruku? Temenku? Ya jelas yang paling patut dipersalahkan adalah diriku sendiri. Aku tak mampu memotivasi diriku untuk meraih prestasi yang bagus di bangku sekolah sebagai dasar cita-cita untuk menjadi dokter atau pilot.

Semua udah lewat dab, ga ada yang perlu disesali. Toh dunia belum kiamat kalo kita tak jadi dokter atau pilot. Lagian gigi bolong2 aja ko pengen jadi pilot hehe.. yang penting sekarang gimana caranya agar bisa mencapai cita-cita baruku yang berubah menjadi sangat sederhana yaitu bisa menyenangkan diriku sendiri dan juga orang lain (weleh itu si ga sederhana).

Ngomong-ngomong aku masi penasaran banget ya sama anak kecil. Mereka berani memimpikan sesuatu tanpa harus malu mengatakannya atau merasa tak mampu melakukannya. Ingatlah anak kecil pada umumnya tak pernah gagal belajar berjalan atau belajar bersepeda. Sepertinya keinginan yang kuat untuk bisa berjalan dan bersepeda tanpa disertai rasa takut mencoba dan gagal, telah membuat mereka lambat laun mahir bersepeda. Jika kemarin aku menulis agar kita bisa belajar dari semut, maka sekarang aku ingin belajar bagaimana caranya memiliki keyakinan untuk mencapai cita-cita seperti anak kecil.

(cat : yang ingin ditiru adalah rasa yakinnya bukan sifat kekanak-kanakannya)

2 comments… add one

  • sepertinya ac milan semakin terpuruk di serie a…

  • jagoan emang kalah duluan mas.
    btw si merah memangnya lagi mimpin liga inggris apa he..he..

Leave a Comment