Haruskah BBM naik?

Kenaikan BBM menjadi topik paling sering kita dengar minggu ini. Demo mahasiswa terjadi dimana mana menentang kebijakan pemerintah yang mulai menaikkan harga BBM sejak kemarin malam.

Sebagai masyarakat pada umumnya, pastilah aku juga merasa bahwa kebijakan pemerintah ini sangat memberatkan. Saking penasarannya dengan perkembangan dan berita mengenai kenaikan harga BBM ini, maka aku pun mencari banyak informasi melalui media televisi, cetak, maupun sekedar blogwalking. Berita yang kudapatkan seringkali berupa keluhan yang juga aku alami, atau dengan kata lain berita yang kebanyakan berasal dari sisi masyarakat, salah satunya di blog temanku ini. Pernahkan anda tergelitik ingin tahu mengapa sih pemerintah “nekad” menaikkan harga BBM yang sudah tentu membuat pemerintahannya akan semakin tidak populer di mata masyarakat, terutama masyarakat dengan taraf hidup menengah ke bawah.

Jawa pos hari ini meyisipkan sebuah iklan informasi yang menjelaskan mengapa pemerintah sampai tega menaikkan harga BBM. Berikut informasi yang aku baca :

Topik : mengenai alasan mengapa subsidi BBM harus dikurangi

Alasan :
Harga minyak dunia yang membumbung tinggi (mengalami peningkatan kira-kira 50% dari harga tahun 2005)

Subsidi BBM lebih banyak dinikmati orang kaya (43% dari distribusi BBM bersubsidi digunakan oleh 20% masyarakat yang memiliki pendapatan kelompok paling atas)

Selisih harga BBM domestik dengan negara tetangga terlalu tinggi (dengan nilai kurs Rp.9300/per $1 maka digambarkan bahwa harga premium di Malaysia 5.487, Singapura 13.857, Thailand 8.091, Filipina 10.778, Vietnam 8.091, RR China 6.975, Timor Leste 8.091, India 10.509, Kamboja 11.439)

Masih banyak informasi yang digambarkan dalam iklan informasi tersebut, salah satunya ialah bahwa bila subsidi BBM tidak dikurangi maka program-program pengurangan kemiskinan seperti misalnya pemberdayaan UMK dikhawatirkan terganggu.

Melihat berbagai informasi diatas, sebagai orang awam dan rakyat kecil aku cuma bisa berasumsi bahwa sebenarnya pemerintah pun dalam posisi serba salah. Di satu sisi pemerintah akan mengorbankan kepercayaan masyarakat akan pemerintahannya dengan menaikkan harga BBM, namun di sisi lain keuangan negara pun terancam bila BBM tidak dinaikkan.

Nah yo, aku ga tau deh lebih dalamnya. Sebagai rakyat biasa yang percaya akan kebesaranNya, aku cuma bisa berusaha untuk tetep semangat mengerjakan aktivitas yang bisa kulakukan untuk sekedar menambah tabungan. Habisnya ngomel-ngomel dan cemberut juga tetep aja harga BBM dinaikkan, malah harga yang lain seringkali ikut ikutan naik. Haduh ga tau deh bro, mesti pro kebijakan pemerintah atau pro ‘kekesalan’ diri sendiri. Saatnya untuk lebih menghargai dan mensyukuri apa yang telah Yang Diatas berikan sambil terus berusaha lebih giat untuk menolong diri sendiri.

Tuhan, kuatkanlah saya dan teman-teman Indonesia saya. Semoga kami bisa melewati cobaan hidup dengan baik. Amin…

9 comments… add one

  • “- Subsidi BBM lebih banyak dinikmati orang kaya (43% dari distribusi BBM bersubsidi digunakan oleh 20% masyarakat yang memiliki pendapatan kelompok paling atas”

    Loh buktinya apa kalau subsidi BBM banyak dinikmati orang kaya? Mana buktinya? lihat tuh sekarang angkutan2x umum menaikan tarif gila2x an. Kenapa ga tarif untuk orang yang mampu dilipat gandakan saja, namun tarif BBM untuk rakyat yang gak mampu gak usah dinaikan.

  • @ Abi Bakar
    waduh itu si keakuratan datanya saya kurang tau, cuma baca info di koran 😀
    tapi menurutku si yang dimaksud oleh kalimat diatas adalah subsidi BBM banyak dinikmati orang kaya, karena merekalah pengkomsumsi BBM paling banyak, jadi secara ga langsung BBM misal jenis premium yang bersubsidi seharga Rp.4.500 lebih banyak dinikmati kaum atas. CMIIW teman2 mohon koreksi kalo anggapan saya salah 😀

  • Sebenarnya alasan pemerintah menaikkan BBM adalah untuk tebar pesona… simak saja pernyataan presiden di koran2 bahwa dia siap kehilangan pamor politik ketika menaikkan BBM padahal cuma buat ada alasan memberikan BLT dimana BLT bisa dijadikan Promosi Gratis kan pemilu tinggal hitungan Bulan hahaha

  • apakah ada negara lain yang naik bbm-nya selain indonesia? memang kalau lihat harga minyak dunia yang tinggi, harga bbm di indonesia mungkin sudah seharusnya naik (soalnya kita impor, gak bisa bikin sendiri), tapi kalau harga minyak dunia nantinya turun, apakah harga bbm di indonesia akan ikutan turun juga?

  • bicara kenaikan bbm adalah bicara perut rakyat yang lagi-lagi terpinggirkan

  • @ Zalukhu
    hi..hi..rupanya begitu ya 😀

    @ jimmy
    nah itu dia mas jimmy, lum pernah denger juga harga BBM diturunin

    @ pudakonline
    setuju…

  • mas, daripada pusing mikirin bbm yg naik, mending mikirin gmn caranya cari duit online yang banyak…he2…kalo bisa dibahas juga tips dan trik paid review…biar bisa cari dollar…hihi

  • Dari data yang tadi saya lihat di televisi (AnTV klo ndaksalah) negara kita termasuk paling murah harga BBMnya dibanding negara tetangga kita Malaysia sekalipun. Hal inipun yang memicu kenapa BBM subsidi dari Indonesia di selundupkan ke Malaysia

  • Saya setuju sekali mas, Janganlah karena BBM naik negara kita jadi makin ngawur. Ibaratnya dalam keluarga, jika sedang kesusahan, sudah wajar jika seorang ayah mengurangi jatah jajan anaknya, memotong anggaran belanja dsb. Itu juga yang sekarang ini dilakukan oleh SBY.

    Harusnya si anak lebih bijak, belajar nyari duit atau mengurangi jajannya, jangan malah merusak peralatan yang ada di rumah. Saya bukan pro SBY atau setuju dengan kenaikan BBM, tapi belajarlah melihat dari sisi positifnya. mungkin jalanan tidak akan macet kembali :)

Leave a Comment