Archive for motivasi

Konsentrasi penuh

Agar kerjaan atau apapun bisa diselesaikan dengan baik, salah satu hal yang penting untuk dijaga adalah konsentrasi. Berikut adalah contekan yang saya peroleh dari sebuah website yang mengajarkan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah ditetapkan, let’s cekidot :-D

Hal yang pertama adalah : MENETAPKAN TUJUAN

Pikirkan sebuah tujuan atau Goal yang ingin anda capai. Tuliskan hal ini dalam sebuah kertas dan tempelkan di tempat yang mudah anda baca setiap hari sekaligus untuk selalu mengingatkan anda.

Saya, (nama anda). Saya 100% berkomitmen untuk mengikuti sistem (yang sedang anda kerjakan) dan mendapatkan penghasilan sebesar (tulis angka yang ingin dicapai) yang akan saya capai paling lambat pada (tulis tanggal alias deadline untuk membuat anda “terpaksa” mencapainya)

Tips Manajemen Waktu untuk mempercepat pencapaian tujuan

Mulai sekarang, anda harus mulai memikirkan untuk memanfaatkan waktu anda sebaik mungkin untuk bisa segera mencapai tujuan yang telah anda tetapkan, karena waktu adalah salah satu asset yang paling berharga yang anda punya.

Berikut adalah tips yang mungkin berguna untuk anda dalam memanajemen waktu :

1. Berkomitmenlah X jam sehari untuk melakukan pekerjaan anda (misal saya berarti fokus pada blog2 saya :-D )

2. Buatlah sebuah To-do List di meja kerja anda setiap hari. Urutkan dari yang paling penting terlebih dahulu. Tuntaskan satu persatu, usahakan jangan mengerjakannya bersamaan bila itu mengganggu konsentrasi anda.

3. Ciptakan sebuah kebiasaan untuk bekerja selama X menit yang kemudian dilanjutkan dengan rehat sejenak. Lalu ulangi terus menerus hingga jam bekerja berakhir. Misal dalam sejam anda 50 menit bekerja 10 menit istirahat, begitu seterusnya.

4. Bersihkan meja kerja anda. Singkirkan barang2 yang sekiranya mengganggu. Makanan, gelas minuman dsb. Gunakan telepon hanya untuk hal yang penting dan stop sementara login Facebook, forum dan sebangsanya yang biasanya mengganggu konsentrasi. (kecuali anda bekerja memanfaatkan facebook tentunya :mrgreen: )

5. Buat sebuah list mengenai kebiasaan2 anda yang kurang produktif (kebanyakan buka Facebook, Baca2 forum tanpa praktek, noleh2 cewek cakep lewat jendela, dsb). Cari sebuah kebiasaan positif baru yang ingin anda terapkan untuk menggantikan kebiasaan buruk anda. Review list ini setiap hari selama 10 hari dan awasi diri anda sendiri.

6. Melakukan setidaknya 1:1 rasio antara belajar dan praktek. Misal sejam mempelajari ilmu kanuragan baru dan sejam lagi untuk mempraktekkannya. Jangan khawatir tentang kesempurnaan. Sesuatu selalu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Nah itu saja untuk persiapan, Mari kita mulai :-D

Enaknya judulnya apa ya?

Semua orang ingin masuk surga, tapi semua orang tidak ingin mati

Semua orang ingin sukses, tapi tidak semua orang mau melakukan apa yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan.

Begitulah sepenggal kalimat yang saya baca. Saya tersenyum ketika membacanya . Jika direnungkan memang ada benarnya yah.

pengen bodi keren tapi males fitness,
pengen kurus tapi males diet,
pengen pinter tapi males belajar,
pengen pacaran sama sandra dewi tapi dianya ga mau (wkwkwkw mulai kumat ngaconya :mrgreen: )

Semua memang perlu diusahakan, saya ga percaya bila kita menunggu aja maka keinginan kita akan terkabul. Ada cewek cantik, trus kita naksir, trus kita diem aja tapi berharap bisa jadian sama dia. Jelaslah peluang itu terjadi hanya 0,0000000000000001%, itu terbukti pada saya pas SMA (pengalaman pribadi :mrgreen: ) Ketika lulus SMA, cara bermain pun dirubah, dari defensive menjadi offensive, hasilnya? Ya gimana caranya bilang. Pokoknya trust me, it works (haha iklan susu banget) :lol:

Pokoknya apa-apa perlu diusahakan lah. Dikejar, diniatin, diseriusi, jangan asal-asalan. Paling ga percaya sama kalimat yang berbau duduk, diem dan semua yang anda inginkan terkabul. C’mon man..Jin Lampu udah ditelen sama Aladin. Dia-nya sirik banget, cuma dia yang boleh ngerasain nikmatnya dikabulkan apapun permohonannya secara instant. Kita cuma kebagian dengerin ceritanya aja.

Btw ini postingan tentang apa sih? Ko ga jelas begini??

Hehe..maap maap, tadi kebetulan baca 2 kalimat paling atas di sebuah toko buku n kebetulan lagi pengen update blog. Ya udah, nulis begini deh. Asal update hehe..

Read more

Mengapa sulit mendisiplinkan diri?

Anda tau apa yang mesti dikerjakan, tetapi anda tidak memberikan usaha dan perhatian agar hal tersebut terus berlanjut. Motivasi anda semakin berkurang dan akhirnya tidak bergairah lagi menjalankannya. “Mungkin saya akan melakukannya lagi pada waktu yang lain,” sebuah kalimat yang sering diungkapkan orang kepada dirinya sendiri.

Disiplin adalah suatu latihan pikiran. Jika alarm berbunyi pada pagi hari dan anda malah menarik selimut menutupi kepala anda, maka anda sedang melatih pikiran anda untuk tidak disiplin.

1. Jadikan disiplin adalah sebuah permainan.

Disiplin menunjukkan pikiran yang dibiasakan. Anda tidak bisa mengharapkan diri anda tiba-tiba disiplin. Disiplin bukanlah sesuatu yang bisa dinyalakan atau dimatikan. Ia adalah otot pikiran yang perlu dilatih dan dibiasakan.

Buatlah sebuah komitmen untuk melakukan sesuatu setiap hari. Tentukan sebuah hukuman jika anda gagal. Ingatlah, jangan dibiasakan untuk mentoleransi kegagalan anda dalam melakukan komitmen tersebut karena bila dibiasakan maka anda tetap akan menjadi “disiplin,” namun dalam hal ini “disiplin menunda sesuatu.”

2. Jangan gunakan kegagalan sebagai alasan untuk menurunkan disiplin, segeralah kembali ke jalur secepatnya.

Disiplin bukanlah hal yang dilakukan sekali saja. Ia mesti dilakukan secara terus menerus agar terbiasa. Sebagai manusia tentu kita tak luput dari kesalahan. Pada suatu waktu kita pasti tergelincir dan tidak disiplin. Apabila seperti itu maka segeralah kembali ke jalur, jangan ditunda.

Sekali anda mempunyai sasaran yang jelas dalam pikiran, dengan gangguan yang minimal, maka disiplin akan menjadi mudah.

Cobaan

Membaca kata cobaan, apa yang langsung terpikir di benak anda? Kemungkinan dijawab dengan daftar peristiwa-peristiwa yang kurang meng-enak-kan seperti : musibah, bangkrut, dicerai istri, beban hidup yang berat dan lain sebagainya. Memang benar cobaan dapat berupa seperti itu, tapi ga usah dibahas deh “model cobaan berat” seperti yang tertulis diatas. Ga enak ngomonginnya, mari kita omongin model “cobaan” yang lebih ringan saja :-D

Taukah anda, orang yang suka mengeluh lebih sering merasa mendapat “cobaan” dalam hidupnya? (ingat, yang dibicarakan adalah bukan jenis-jenis cobaan seperti contoh pada awal artikel)

Langsung contoh saja, beberapa hal yang sudah dianggap “cobaan” oleh orang yang suka mengeluh :

- Lagi buat tugas yang dikumpul besok pagi, listrik mati, sehingga ga bisa mengetik pake komputer.
- Mau berangkat ke rumah pacar, tiba-tiba hujan turun.
- Bangun pagi, gula habis. Ga bisa nyeduh teh manis anget. Kalo mau nyeduh teh mesti jalan ke warung beli gula dulu. Uhhh malessnya…
- Pengen ngeblog kayak temen-temen tapi ga ngerti caranya bikin. Capek dech…kalo mesti nanya sana sini dan belajar sana sini dulu.
- Ditinggal pembantu mudik. Aduhh..sial banget seh.. mesti nyuci piring, ngepel, nyuci baju semuanya sendiri.
- Berangkat sekolah mobil mogok, motor bannya pecah. Terpaksa deh naik angkot, mana ga pake AC, gerah, dan bau keringet banyak orang lagi. Sungguh sial..
- Suasana libur seminggu harus diisi dengan tugas-tugas yang diberikan dosen.
- Dsb..dsb..dsb…

Benarkah itu cobaan? Benar bagi yang ga kuat (baca:males) menjalani dan mengatasinya, tapi sama sekali bukan cobaan bagi orang yang selalu berorientasi pada solusi. Cobaan hanyalah sesuatu yang dapat membuat kita menjadi lebih kuat atau malah menjadi lebih lemah, tergantung cara pandang seseorang dalam melihat dan menyikapi cobaan tersebut.

Kalo listrik mati ya berusaha gimana kek, ke rumah temen atau gimana. Kalo hujan dan ga ada mobil ya tinggal pake jas hujan, beres kan. Ke warung aja ko males, jalan dikit kan sehat. Pengen ngeblog tapi lum tau caranya, ya tanya aja sama temen yang bisa. Ga nyampe seminggu pasti udah mulai bisa ko. Ngerjain pekerjaan rumah sendiri ya dinikmati aja, toh temporary hanya hingga pembantu balik lagi. Gitu aja ko repot hehe.. Naik angkot sih udah untung, mending daripada jalan kaki, ya kan?! Ya sambil libur sambil nyicil buat tugas, dibawa happy aja :-D

Kalo dipikir-pikir, selalu saja ada masalah yang muncul bila kita menginginkan atau mengerjakan sesuatu. Apabila kita takut dan tidak terbiasa mencari jalan keluar maka masalah seolah-olah selalu hanya berdatangan kepada kita, sedangkan orang lain tidak kena dan selalu berhasil. Benarkah masalah hanya cinta pada kita? :-D Tentu saja tidak, sebenarnya semua orang mengalaminya, hanya yang bersungguh-sungguh mau berusaha mengatasinya saja yang akan memetik hasilnya. :-D

Apa yang saya tulis hanya opini pribadi, jadi mohon maaf bila ada sesuatu yang salah

Rasa sakit yang berguna

Umumnya tak satupun orang yang suka dengan rasa sakit atau penderitaan. Tapi tahukah anda bahwa ternyata rasa sakit tersebut dapat digunakan sebagai pendorong untuk meraih sesuatu :-D

Sering kita baca atau dengar bahwa kita mesti TAKE ACTION untuk mendekatkan diri pada keinginan kita. Kadang hanya itulah yang membedakan antara orang yang sudah berhasil dan yang belum berhasil. Tapi seringkali kita suka menunda-nunda apa yang seharusnya kita kerjakan. “Besok aja deh…” begitu seterusnya yang diucapkan. Memang selalu ada hari esok, tapi akibatnya tujuan ga akan pernah tercapai apabila kita terus menunda untuk take action. Untuk itulah, rasa sakit bisa anda gunakan untuk “memaksa” diri untuk melakukan sesuatu.

Caranya adalah dengan membayangkan rasa sakit yang akan anda terima bila pekerjaan tersebut tidak anda lakukan, contoh :

bila saya tidak bisa menjual barang ini sebanyak … dalam bulan ini, maka saya akan dipecat, bila saya dipecat maka saya tidak akan mendapat gaji lagi, bila saya tidak mendapat gaji lagi maka saya tidak akan bisa menyekolahkan anak saya, bila anak saya tidak bisa bersekolah lagi maka masa depannya akan suram, bila masa depan anak saya suram maka saya akan sedih berkepanjangan, bila…..silahkan dilanjut sendiri :-D

Apabila setelah membayangkan rasa sakit itu anda masih tidak tertarik untuk segera take action, berarti kegiatan tersebut bukan merupakan sebuah keharusan (setidaknya menurut anda).

Rasa sakit memberikan dorongan lebih kuat dibanding dengan sebuah reward, sekarang coba jujur, keadaan mana yang lebih mendorong anda melakukan sesuatu :

1. Anda akan diberi hadiah 100 juta rupiah bila bersedia melakukan bungee jumping namun kali ini tanpa tali pengaman :mrgreen:
2. Anda akan dibunuh saat ini juga bila anda tidak bersedia bungee jumping tanpa tali pengaman.

Contohnya memang ekstrim dan ga masuk akal, tapi coba pilih dengan jujur, kira-kira kasus mana yang memberikan anda dorongan lebih kuat, alias keadaan mana yang akhirnya membuat anda memutuskan untuk HARUS melakukannya saat ini juga :-D

Selamat memanfaatkan rasa sakit :-D

Hukum Pareto 80/20 yang menyenangkan

Makasi banyak untuk ekonom Italia Vilfredo Pareto yang menemukan prinsip 80/20. Disadari atau tidak, hukum Pareto ini benar adanya (paling tidak bagi yang percaya) :-D

Misal : 80% hasil datang dari 20% usaha

Usaha yang sangat efektif dan efisien (20% dari keseluruhan usaha) sangat mungkin mengakibatkan hasil yang besar (80% dari keseluruhan hasil). Usaha yang lebih sedikit belum tentu menghasilkan hasil yang sedikit, begitu pula sebaliknya. Namun tentu saja usaha yang sedikit bukan diartikan sebagai usaha yang malas-malasan, semua perlu usaha boss, namun usaha yang efektif lebih memberikan hasil.

Contoh : Saya punya kupon bazaar 50 lembar. Bagaimana cara agar kupon tersebut terjual habis?

Cara 1 : menghubungi dan menghampiri semua kontak yang saya kenal lalu menawarkannya satu persatu, berharap banyak dari mereka akan membeli kupon bazaar saya.
Estimasi waktu : bisa berhari-hari
Efek samping : badan lelah luar biasa, kulit gosong, tangki bensin sepeda motor mesti diisi berulang-ulang.

Cara 2 : Berkunjung hanya ke rumah sanak famili (om, tante, eyang, mbah, kakek, saudara, sepupu, dsb) plus mengunjungi teman-teman dekat yang memiliki banyak kontak lalu menitipkan kupon tersebut, mungkin masing-masing 5 lembar kupon.
Estimasi waktu : sehari kira-kira beres.
Efek samping : terkadang diminta traktiran sama temen yang dititipin kupon :mrgreen:

Mana yang lebih capek? Tentu cara nomor 1. Usaha yang diperlukan lebih besar dengan imbalan hasil yang kecenderungannya lebih sedikit bila dibanding cara 2. :-D Dengan cara 2, maka kemungkinan kupon tersebut habis akan lebih besar. Sanak famili besar kemungkinan akan langsung membeli di tempat, setidaknya 1 kupon (karena kasihan hehe :mrgreen: ) dan dengan menitipkan pada teman (misal masing-masing teman dititip 5 lembar) maka tugas akan terbagi. Tentu saja tidak begitu sulit menjualkan 5 kupon dibanding harus menjual 50 kupon sekaligus. :-D

Apabila kedua cara tersebut digabung maka cara kedua dapat disebut sebagai 20% efforts yang menghasilkan 80% results, sedangkan cara pertama adalah sebaliknya :-D

80/20 principle, it works (setidaknya bagi yang percaya) :-D

Laskar Pelangi meraih mimpi

Mimpi…adalah…kunci…
Untuk kita…menaklukkan dunia…
Berlarilah.. tanpa lelah…
Sampai engkau.. meraihnya…

Saya suka sekali dengan lirik lagu laskar pelangi punyanya nidji diatas. Kalo membaca lirik sambil mendengar lagunya ko rasanya jadi semangat deh :-D

Teringat akan film laskar pelangi, dimana si lintang mesti bersepeda jauh sekali (40 km menurut novelnya) untuk bersekolah demi meraih mimpinya. Dia giat sekali belajar walau dengan segala keterbatasan yang mengelilinginya. Benar-benar kisah yang sangat menginspirasi :-D

Sering dulu saya malah malas-malasan sekolah/kuliah, padahal saya tak harus mengayuh sepeda berkilo-kilo meter, tak harus belajar di ruangan yang bocor, tak harus menunggu hingga buaya yang menghalangi jalan ke sekolah menyingkir ke rawa, tak harus belajar dengan lilin di malam hari (kecuali mati listrik), dan masih banyak hal-hal lain yang semestinya membuat saya bersyukur dan belajar lebih rajin.

Semua sudah lewat, tidak perlu takut dan tak perlu disesali, yang penting kan yang terjadi sekarang :-D

Nyanyi lagi ah…

Mimpi…adalah…kunci…
Untuk kita…menaklukkan dunia…
Berlarilah.. tanpa lelah…
Sampai engkau.. meraihnya…

Jangan remehkan celengan

Anda suka uang receh? kalo saya asli suka bangeet.. (secara emang punyanya cuma receh hehe.. :mrgreen: ) Kalo inget receh pasti inget celengan juga donk :-D Dulu waktu kecil pasti banyak yang suka nabungin uang 25, 50 atau 100 rupiah di celengannya masing-masing. Piggy bank, begitu kalo orang afrika tenggara bilang. Bener juga yah, mereka bilang Piggy bank trus kita bilangnya CELENGan, sama artinya berasosiasi dengan binatang yang sama :lol: Kalo saya sih nabungnya di chicken bank waktu kecil hehe.. :mrgreen:

Trus ketika bro udah mulai berkumis dan berjanggut atau ketika sis udah biasa di-apel-in cowo tiap malam minggu, apakah masi suka masukin duit ke celengan? Mungkin ada yang jawab iya dan ada yang udah tidak lagi, namun percayalah, bahwa menabung di celengan itu asik juga loh. :-D (walau lebih enak di bank karena ada bunganya dan ga ada resiko dicungkil adik pake gagang sendok :mrgreen: ) Nabung di celengan kan ga mesti pake uang logam, bisa aja kita masukin pecahan seribuan, lima ribuan atau bahkan malah 50 ribuan. Biasanya kalo habis pergi jalan-jalan kan di kantong celana ada uang kembalian yang kadang tidak dimasukkan ke dompet, nah daripada ga sengaja dicuci si mbok atau habis ga keruan dipake jajan, kan lebih baik dimasukin celengan aja :-D

Misal, berangkat kuliah saya sarapan dulu di warteg, trus uang kembaliannya kucel banget. Kadang males kan masukin ke dompet seribuan lecek. Nah tampung dulu di kantong celana :-D Lalu, pulang kuliah beli koran dulu, kali ini kembaliannya habis dipake ngelap keringet sama loper korannya, nah terpaksa tampung lagi di kantong celana :-D Trus fotokopi dapet kembalian Rp.700 pake uang logam, tampung lagi. Kembalian parkir juga ikut ditampung dan seterusnya :-D Sampai di rumah, uang-uang halal tersebut segera masukkan ke celengan. Dengan asumsi peristiwa-peristiwa yang hampir serupa terjadi setiap hari maka hitung aja sendiri berapa uang “receh” yang bisa terkumpul di celengan anda. Lumayan kan kalo celengan tersebut “dibedah” tiap awal bulan. Dapet gaji tambahan deh :-D

Misal tiap bulan terkumpul 25 ribu hingga 100 ribu kan lumayan banget buat anak kos, bisa dipakai beli sabun, odol, deterjen tanpa perlu ambil uang saku atau tabungan. Asik juga kan punya celengan :-D

Berubah karena perasaan sakit

Belajarlah dari kesalahan. Ternyata itu tak sepenuhnya berlaku. Kita (atau kalo ga terima dengan kata “kita” maka gunakan saja contoh saya) terbiasa untuk selalu mengulang-ngulang kesalahan. Sering kita mengulang-ulang kesalahan walau tau bahwa itu merugikan.

“berhentilah merokok,” kenyataannya para perokok ga berhenti-berhenti walau tau resikonya.

“giat belajarlah, agar lulus dengan nilai bagus,” kenyataannya malah hanya main terus walau tau resikonya adalah tidak lulus.

“jangan sering-sering minum minuman keras,” kenyataannya tetap saja dilakukan, walau tau bisa membahayakan hati..

“jangan suka ikut balapan liar,” kenyataannya mereka-mereka tetep aja kebut-kebutan walau tau resiko kecelakaannya besar.

“gosoklah gigi sebelum tidur, apalagi jika habis makan yang manis-manis,” kenyataannya malah ga dilakukan karena malas.

Dsb, dsb….

Lihatlah contoh diatas, manusia malah mengulang-ulang kesalahannya secara sadar. Hanya bisa mulai berubah bila ketika ia terbangun dan kemudian :

- Tersadar bahwa dia terkena kanker paru-paru
- Tersadar bahwa dia tidak lulus.
- Masuk rumah sakit karena hatinya pecah.
- Tersadar bahwa mesti berada di kursi roda untuk waktu yang lama karena kecelakaan akibat balapan liar.
- Sakit gigi yang tak tertahankan karena giginya bolong.
- Dsb, dsb, dsb….

Manusia banyak yang hanya belajar dari rasa sakit, kesalahan tak membuatnya berubah, namun rasa sakit membuatnya terpaksa berubah. Hanya sebagian orang yang bisa belajar dari kesalahannya, sisanya hanya belajar dari rasa sakit.

Ayo mulai belajar dari kesalahan, jangan sampai rasa sakit itu datang duluan baru kita mau berubah :-D

Artikel-artikel motivasi ternyata banyak benernya, jadi malu sendiri karena sering “ngerasa”

Mission Impossible seharusnya mission is possible

Lihatlah beberapa puluh tahun kebelakang. Orang-orang yang menghasilkan karya atau penemuan yang fenomenal biasanya hanya dianggap sebagai pemimpi pada awalnya.

Bayangkan anda hidup pada tahun 1900 awal, jika ada seseorang yang mengatakan kepada anda bahwa manusia bisa menginjakkan kakinya di bulan, pasti anda akan segera menganggapnya hanya mengeluarkan sebuah lelucon. Nyatanya memang benar bahwa ada manusia yang pernah mendarat di bulan. Wright bersaudara pun tak akan menyangka bila sekarang ada sebuah burung besi yang bisa mengangkut ratusan orang melintasi antar benua.

Sekarang bayangkan lagi bila anda hidup pada tahun 1500an, kemudian anak anda bertanya ; bisakah kita berkomunikasi dan bercakap-cakap dengan saudara kita yang berada di seberang pulau tanpa masing-masing meninggalkan pulau tempatnya berdiri sekarang. Anda pasti akan sekuat mungkin menjelaskan kepada anak anda bahwa itu hanyalah sebuah khayalan. Nyatanya, dengan telepon kita bisa bercakap-cakap dengan seseorang di luar negeri sekalipun, tanpa perlu bertatap muka secara langsung. Bahkan tarifnya pun hanya Rp. 0,sekian/detik dari detik pertama sampai sepuasnya
(halah mulai ngelantur :mrgreen: )

Semua hal yang dulu dianggap tidak mungkin dan sekarang menjadi kenyataan, awalnya diciptakan hanya dalam kepala manusia atau hanyalah sebuah ide pada awalnya. Jadi mengapa malu untuk ‘bermimpi’? Sesuatu yang tampaknya ‘impossible’ sebenarnya hanyalah karena belum pernah ada orang yang mampu menciptakan atau melakukannya. ‘Mimpi’ ditambah dengan sebuah tindakan yang didasari keinginan kuat untuk mewujudkannya akan membuat sesuatu yang tampaknya tidak mungkin akan menjadi kenyataan :-D

Jadi sekali lagi, mengapa kita harus takut mempunyai ‘mimpi’? apalagi bila mimpi kita adalah bukan mimpi bagi orang lain alias sudah ada orang lain yang pernah meraihnya, misal : traveling keliling dunia :-D
Bagi saya sekarang itu hanyalah sebuah mimpi, namun tak salah bukan bila saya memimpikan bahwa hal tersebut akan menjadi kenyataan :-D

Mulailah bermimpi (inget jangan sampai keluar iler :mrgreen: )