Archive for afirmasi

Pengembangan potensi diri dengan bantuan teknologi

Membaca buku-buku motivasi atau mengikuti seminar motivasi memang seringkali terasa menyenangkan karena mampu membangkitkan semangat dalam melakukan aktivitas dan pecapaian tujuan. Namun tentu saja bukan buku atau seminarnya yang akan membantu kita mencapai tujuan, namun diri sendirilah yang memegang peranan penting untuk mewujudkan apapun keinginan kita.

Pernah terpikir mengenai sebuah teknologi yang mampu mengembangkan segala potensi terpendam anda? coba baca info selengkapnya disini :-D

Berbagai buku dan seminar motivasi memang banyak melahirkan individu hebat dalam bidangnya masing-masing. Beberapa dampak positif yang dihasilkannya adalah :

Kepercayaan diri meningkat sehingga mampu meraih posisi idaman di tempatnya bekerja
Memunculkan individu yang kreatif dan inovatif serta selalu menghasilkan ide-ide dan solusi yang tepat
Seseorang yang memiliki jiwa sosial tinggi dan gemar berbagi sekaligus memiliki kesuksesan karier dan kehidupan pribadi
Ada yang meraih berbagai prestasi baik di bidang akademis, olahraga, bisnis dan lain sebagainya

Uniknya pencapaian-pencapaian tersebut kini bisa diperoleh pula dengan bantuan teknologi yang dikembangkan khusus untuk memaksimalkan potensi seseorang. Jika ingin tau lebih lanjut maka silahkan dicoba free trialnya disini

Tapi tetap untuk diingat, teknologi hanyalah alat bantu. Potensi diri hanya akan maksimal bila kita sendiri yang memaksimalkannya :-D

Someday

Saya adalah orang yang percaya akan kebenaran lirik lagu nidji yang ini :

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya”

Mengapa kemampuannya begitu hebat? Bagaimana bisa mentalnya terbentuk sangat baik? Bagaimana orang-orang itu bisa mengontrol diri dalam suatu pressure tinggi sebuah permainan? Terbuat dari mesinkah mereka, sehingga tetap bisa tenang dalam situasi tertekan? Berapa jam sehari mereka latihan? Apa saja yang mereka latih hingga bisa mencapai level itu? Apa yang mereka makan? :mrgreen: Berbagai pertanyaan semacam itu terkadang melintas di pikiran saya.

Selama ini orang-orang hebat yang saya kagumi hanya bisa saya lihat di televisi, hanya bisa saya kagumi kehebatannya, hanya bisa saya pandangi dengan menonton layar kaca atau mengkoleksi wallpapernya. Orang-orang yang melakukan pekerjaan yang juga merupakan sebuah kegiatan yang amat membuat saya bergairah bila melakukannya. Berkeliling dari satu negara ke negara yang lain demi sebuah piala, uang hadiah dan tentu saja prestasi. Saya hanya bermimpi (di siang bolong) agar bisa seperti itu :mrgreen:

Tiba-tiba mereka muncul lagi, kali ini tidak dalam bentuk poster ataupun gambar bergerak. Mereka menampakkan wujudnya langsung (emangnya hantu apa :lol: ) dan saya melihatnya dengan mata kepala sendiri. Mereka datang ke Indonesia untuk bermain dan bertanding. Senangnya bisa melihat idola secara langsung.

Now, you are my idol. Someday, you will be my opponent on the table hehe.. (menghayal lagi gpp kan, sapa tau beneran terjadi :lol: )

Sudahlah..itu hanya angan-angan, bila tidak ada action yang bisa mendekatkan kita kepada tujuan maka suatu mimpi hanyalah tetap sebuah mimpi. Betul..? :-D

But, I still believe in Someday :-D

Tuliskan keinginanmu

Postingan sebelumnya bercerita tentang Afirmasi yang bisa dilakukan dengan menulis. Nah, sebagai kelanjutan maka postingan kali ini akan berisi cerita yang pernah saya baca pada buku motivasi karangan Adam Khoo yang isinya kurang lebih mengenai “hasil ajaib” yang bisa diperoleh dengan menuliskan keinginan kita pada secarik kertas. Yuk kita mulai.

Pada tahun 1952, Yale University berencana melakukan sebuah riset berupa survey kepada mahasiswa yang akan lulus dari universitas tersebut. Inti dari survey tersebut adalah untuk mengetahui berapa persen dari mahasiswa yang menuliskan dengan jelas keinginan/cita-cita mereka, atau dengan kata lain adalah untuk mengetahui berapa persen mahasiswa yang telah “merancang” gambaran kehidupan masa depannya dengan menuliskannya pada secarik kertas “rancangan masa depan”

Ternyata hasil yang didapat menunjukkan bahwa 97% mahasiswa tidak melakukannya dan hanya 3% yang melakukannya.Mahasiswa yang termasuk golongan 97% mengaku tidak tahu pasti apa yang kira2 akan dilakukannya di masa depan, sedangkan 3% sisanya mengaku telah menulis “rancangan” hidup mereka dan akan memulai melakukan usaha untuk membuatnya menjadi kenyataan.

20 tahun kemudian, mereka kembali melakukan riset. Inilah yang mereka temukan :

Read more