Bocah penjual kerupuk

Lagi maem mie sama yayank, eh tiba-tiba ada seorang anak kecil (mungkin umurnya 10 tahun aja ga nyampe) membawa keranjang yang penuh dengan kerupuk dan jajanan tradisional. Melihat saya menolehnya, maka ia pun refleks mendekati saya menawarkan barang dagangannya.

OMG :-( jadi ga fokus sama yang dijualnya. Pandangan ini langsung menjelajahi anak kecil itu. Kasiaaaaaaannnnn BANGET :-( Keranjangnya aja tingginya dah hampir sama dengan badannya. Tubuhnya yang dekil ga bisa menutupi bahwa sebenernya anak ini lucu. Gila, orang tua mana ni yang tega banget nyuru anaknya yang masih kecil gini buat cari duit 👿

Jadi salah tingkah ga tau mesti ngapain, anak itu sama sekali tidak mengiba agar saya membeli dagangannya. Dia malah tolah toleh dengan lugunya sembari menunggu jawaban apakah saya mau beli atau enggak.

Akhirnya saya kasihkan saja padanya selembar uang.

Dan reaksinya?

Dia bingung uang itu untuk beli apa. Lalu saya katakan saja bahwa simpan aja uang itu untuk dia. Bukannya girang, eh dia malah menawarkan dagangannya untuk ditukar dengan uang tersebut. YA AMPUUUUNNN….ni anak walau keadaan dirinya aja susah tapi tetep tau diri.

Akhirnya dengan sedikit memaksa, saya yakinkan untuk menerima saja uang itu. Dengan sedikit basa basi saya lanjutin dengan kata “duitnya dipake sekolah ya dik” (emang 10 ribu bisa dipake sekolah? :mrgreen: )

Anak itu pun berlalu dengan keranjangnya.

Semoga kelak jadi orang yang berhasil ya dik. Amin… 😀

4 comments… add one

  • itulah hidup…..

  • itulah gambaran sejati bangsa kita..

  • Salut sama bocah itu. Biar kerja berat yang penting halal… Gitu mungkin prinsip hidup bocah itu dalam mencari rejeki.

  • terkadang masih ada diantara kita yang masih memeiliki materi yang cukup namun tidak bisa mensyukuri nya yah mas… :)

Leave a Comment