Anda semua beruntung

Matahari mulai menghilang seiring dengan hujan yang tiba-tiba turun semakin deras. Wiper saya setel pada kecepatan yang lebih tinggi karena air yang membasahi kaca depan semakin banyak. Saya hanya diam tak berbicara ketika mengemudi sore kemarin, berharap cepat sampai di rumah.

Di sebuah perempatan saya melambat lalu berhenti karena di depan lampu merah tampak menyala, tiba-tiba lamunan jorok saya hilang (yang dicoret cuma becanda euy :mrgreen: ) ketika ada seorang anak kecil menadahkan tangannya persis disamping kanan saya.

Anak kecil, ya anda ga salah baca. Seorang anak kecil yang mungkin baru berusia sekitar 8-9 tahun. Badannya tentu saja basah kuyub, mengiba agar diberikan sedikit uang :-(

SH****TTT!!! Mengapa anak sekecil itu yang harus mengalami kejadian itu. Jujur, awalnya di mobil saya sedikit kedinginan, namun begitu melihat ekspresi menggigil anak itu maka seketika hati ini malu. Berdiam di dalam sini adalah hangat dul…, coba aja tukeran. Kamu yang hujan-hujanan mengemis, bisa-bisa kamu pipis di celana saking kedinginannya yud 👿

Sial, sampe hari ini saya masih merasa kasian kalo inget anak kecil itu :-(

Jika anda membaca postingan ini, maka paling tidak anda memiliki saluran internet dirumah, di kantor, atau paling sial pasti punya duit untuk menyewa warnet.

Masih merasa kurang beruntung?

15 comments… add one

  • Setuju mas Yudi… kita semua beruntung, karena orang tua kita ga memaksa kita turun ke jalanan mencari uang sewaktu kita sedang senang-senangnya menikmati dunia anak-anak..

    Andai saja orang tua mereka bisa lebih sayang sama anak mereka, dan bukannya memanfaatkan mereka untuk mencari uang dari rasa iba pemberinya :(

  • dijakrta mah banyak kekgitu yud…
    actually we`re lucky 😀

  • duh…. kasihan banget ya…

  • Kasian seperti itu. Tapi itu biasanya ada ortunya yang nyuruh seperti itu.

  • Betul, yud! Kita-kita ini yang kenal internet dan duduk empuk sambil bercengkerama dengan orang-orang maya lainnya, lebih beruntung daripada mereka yang hujan-hujanan di jalanan demi sesuap nasi.

    Masih banyak yang kurang beruntung diantara kita…
    Dan sepertinya harus *bahkan, wajib!* ada kesadaran dan aksi untuk mempedulikan nasib orang-orang yang nggak seberuntung kita itu.

    *tarik nafas panjang mengiba*

  • iya mas yud emang udah seharusnya kita yang berkecukupan ini tau malu dan tau diri.. ga boleh sombong.. walau kadang aku juga sering sombong ke temen-temen lain.. hihihi.. maaf ya semua…

  • jangan cuma kasihan mungkin.. tapi harus ada tindakan nyata, di kasih uang 1 juta mungkin…atau dibantu biaya pendidikannya lebih bagus lagi..

  • emang kadang-kadang miris ngeliatnya … gw jadi kadang2 berkhayal, seandainya di dunia ga ada yg namanya duit, istilah ‘miskin’ itu masih ada ga ya?

  • dari tahun ke tahun sptnya makin byk anak jalanan. entah krn negara ini makin miskin atau makin byk penduduk miskin.
    yg jelas memang kita yg lebih beruntung selalu bersyukur dan membantu sesuai dg kemampuan kita..

  • @ waw
    bukan cuma “dari tahun ke tahun sptnya makin byk anak jalanan. entah krn negara ini makin miskin atau makin byk penduduk miskin.” bahkan akan seterusnya..

    apalagi pemerintah yg mulai bikin rakyat sengsara muncul lg…
    pake acara NPWP segala lah.. ntar juga duit pajak penghasilan masuk kantong tu penjabat kampret yang korup…

    klo yang ga korup sih bagus.. tak dukung terus buat mimpin indo.. tp yg korup minta di injek-injek..

  • Syukurlah kita semua beruntung.

  • Ya, Mas… memang menjadi orang miskin itu susah…
    saya saja masuk ke dunia ngeblog karena mencari uang untuk kuliah.. dan harus meninggalkan bangku kuliah yang sebenarnya saya sukai.. *seneng belajar marketing* hehe…

    tapi tidak apa, mudah2an bisa sukses suatu hari nanti…

    semoga, anak itu baik2 saja dan tidak masuk angin… semoga Tuhan memberikan yang terbaik bagi anak itu mas.. :)

    O ya Mas, terima kasih atas komentarnya terhadap eBook newbie kami… terima kasih telah bersedia membaca. 😉

  • speechless…..ambil nafas dulu…..yang jelas lakuin apapun yang bisa dilakuin, sekecil apapun, asal niat yang tulus, moga2 memberi arti bagi yang menerimanya..

  • Bener bro. Setidaknya kita mesti mensyukuri apa yg dah kita dapet saat ini. Karena, gimanapun juga, masih banyak orang lain yang lebih tidak beruntung lagi dibanding kita

  • kalau kita membaca cerita ini hati kita ikut jadi dingin tapi kadang perbuatan atau tingkahlaku kita ya tetap tak pernah dingin, boros , mencari kesenangan diri sendiri dll.

Leave a Comment