Cape dech……

Pernahkah anda merasa bahwa pada hari tertentu anda selalu dirundung kesialan sepanjang hari? Pagi hari terlambat masuk kantor, sampai di kantor dimarahi atasan, kepala tiba-tiba pusing ketika sedang bekerja, ketika istirahat siang merasa sangat kesal karena dompet tertinggal di rumah, pulang kantor anak menangis cerewet, hingga malam hari mimpi buruk dan tak bisa tidur lagi.

Berikutnya saya bertanya lagi namun kali ini berkebalikan dengan yang tadi. Pernahkan anda merasa bahwa pada hari tertentu anda adalah orang yang selalu dinaungi keberuntungan? Bangun pagi istri tercinta telah menyiapkan sarapan yang lezat, berangkat ke kantor jalanan lancar, sampai di kantor rekan bisnis mengabarkan berita gembira, siang hari mendapati pengumuman dari bank bahwa anda menang undian berhadiah, pulang kerja istri menyiapkan kejutan romantis, dsb. Menyenangkan bukan? Nah, pernahkah anda mengalaminya?

Saya kira jawaban teman-teman beragam tergantung seberapa “hebat” anda merasa. Pernah saya membaca tulisan yang isinya bahwa tak ada yang namanya hari sial, nah loh..? “gimana bisa ga ada..? wong hari ini saya diberondong kesialan tiada henti….”, begitu mungkin batin beberapa orang berkata. Apa salah saya ya Tuhan? setiap hari hambaMu berdoa dan selalu berbuat kebaikan, mengapa hari ini Engkau berikan aku banyak sekali kesialan? Saya tak akan membahas dari sisi agama karena saya memang tidak memiliki pengetahuan tentang hal tersebut, pun saya tak akan membahas dari sisi dimana ada orang lain yang lebih expert. Saya hanya akan membahas dari sisi saya sendiri, orang yang mencoba mencari tau bagaimana si enaknya bila terjadi seperti itu.

Oke bahwa kejadian diatas mungkin sedikit berlebihan namun mungkin saja terjadi. Bila sedikit mengenang masa kanak-kanak mungkin si Untung bebek (tokoh dalam serial donald bebek) bilang : “ah,kalo beruntung tiap hari si udah biasa…, coba tanya aja sepupu saya si donald yang mungkin selalu sial seperti anda”.

Terpikirkah bahwa mungkin yang menyebabkan kita sial itu adalah bukan nasib, melainkan kita sendirilah yang menyebabkannya. Seandainya anda menyewa detektif untuk menyelidiki sebab musabab kesialan anda, maka mungkin dia akan menganalisis seperti ini :

1. pagi hari anda bangun terlambat karena malam hari anda begadang nonton final liga champions yang pemenangnya adalah AC Milan (ups..sori penulis adalah fans milan sejati he…)

2. anda dimarahi atasan karena lalai mengerjakan tugas akibat hari kemarin anda menunggak pekerjaan demi bersiap nonton bareng di cafe bareng temen-temen.

3. kepala anda pusing karena anda kurang tidur semalam dan belum sarapan tadi pagi karena terburu-buru.

4. saking terburu-burunya dompet anda pun tertinggal di rumah.

5. karena anda pulang dengan wajah cemberut tak seperti bisanya maka anak anda pun berubah suasana hatinya dan mulai cerewet dan menangis hingga membuat anda kesal.

6. karena akumulasi kejadian buruk tadi sangat membebani pikiran anda maka malam harinya anda pun bermimpi buruk.

Sang detektif bertanya kepada anda, “cukup masuk akal bukan? bayaran saya $200 untuk konsultasi tadi, selamat siang…”

Untuk kejadian yang beruntung sepanjang hari anda mungkin bisa menyewa detektif sendiri untuk menanyakan sebabnya. Dari kejadian tadi mungkin orang yang berjiwa pesimis akan berdoa lagi “oh Tuhan, maafkan kesalahanku yang meragukan kebesaranMu dalam memberi hamba kelimpahan”

Dari suatu tempat di mana saja(karena Tuhan ada dimana-mana) mungkin Tuhan hanya berujar kepada si pesimis tadi : CAPE DEH……!!

0 comments… add one

Leave a Comment