Archive for May 2010

Milanisti yang mengakui kehebatan inter menjuarai UCL 2010

Sapa tu milanisti gebleg yang bisa-bisanya mengakui kehebatan inter? Ga tau tuh siapa aja, tapi yang jelas 1 milanisti dah mengakui yaitu saya :oops:

Dari dulu saya seperti milanisti lainnya, yakni sangat benci sama tim sekota yang berkostum biru hitam. Walau mereka juara 1000 kali pun tampaknya bakal tetep kena caci maki dan dengan berbagai alasan akan tetep ngejelek-jelekin internazionale. Begitulah fanatisme bola, kadang ga sportif, duh :oops:

Alasan paling sering untuk ngejelekin inter adalah karena mereka berpuasa sangat lama untuk menjuarai Piala Champions (kini namanya menjadi Liga Champions alias UEFA Champions League). Inter sering dijelekkan dengan sebutan ga punya DNA Eropa lah, tim lokale lah, dst dst. Sampai pertengahan musim ini pun saya akan dengan tegas akan menghina-hina inter, ga peduli posisi klasemen, pokoke benci aja.

Tapi kini coba lihat tahun ini. Il Grande Inter lahir kembali. 3 gelar dalam semusim alias treble mereka rengkuh. Ga peduli pelatih “nyebelin” mereka yang bernama Jose Mourinho kadang memainkan taktik “asal menang”, inter akhirnya mengakhiri musim dengan hebat yang membuat fans mereka bebas berkoar-koar dan tak lagi dibayang-bayangi stempel sebagai juara “calciopoli” ataupun tim lokalan mental tempe di eropa.

Seandainya Milan ga “sakit parah” maka pasti saya akan tetep GA BAKAL SECUIL PUN MENGAKUI HEBATNYA INTER!! Saya akan tetap bersikukuh dengan fanatisme sempit saya bahwa Milan adalah tim terhebat di dunia. Tim dengan jumlah gelar internasional terbanyak, tim yang pernah dijuluki dream team, team yang menjuarai UCL/Piala Champion hingga 7x, Tim yang berhak memakai badge liga champions di lengan, dan blahblahblahblahblah lainnya yang berbau historis :-(

Saya mengucapkan selamat buat inter karena saya kesal dengan Milan yang pelit. Milan yang langsung keropos bila beberapa pilar cedera. Milan yang ga konsisten. Milan yang terkadang hebat namun terkadang tampak sebagai tim yang lebih lemah dari tim papan bawah liga. Milan yang ga punya cukup amunisi untuk menjuarai trophy :-(

Milan cukup mumpuni musim ini, namun karena efek cederanya beberapa pilar dan miskinnya variasi taktik dari leonardo yang terus menerus memaksakan pola andalannya 4-3-3 yang terbukti tidak segarang jika memainkan starter yang sama. Manajemen milan pun tampak berhemat dan banyak mengandalkan muka lama. Saya kesal dan kecewa.

Dan untuk pertama kalinya saya akan dengan berat hati mengucapkan selamat buat inter milan yang meraih treble musim ini. Berita baiknya adalah Italia ga jadi disalip jerman di koefisien liga eropa, wakil italia di UCL musim 2011 akan tetap 3+1 (3 langsung lolos babak penyisihan grup + 1 kualifikasi).

Parah :oops:

Sekali milanisti maka milanisti selamanya, musim depan milan akan meraih banyak gelar (selalu optimis :MODE ON)

LinkWheel Murah Meriah

Semenjak mister Lynus mempopulerkan istilah linkwheel, banyak orang yang kemudian ingin pula “menyediakan” backlink untuk dirinya sendiri bahkan dengan pola yang bervariasi, dari yang polos melingker sampai yang ruwet semrawut kayak cacing pita melilit.

Celakanya, tehnik ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang tidak malas atau bisa juga dilakukan oleh orang malas namun dengan catatan dia punya duit lebih untuk menyewa jasa yang membuatkan rangkaian linkwheel untuknya.

Akibat adanya peluang lobang yang menganga, jasa yang menyediakan pembuatan linkwheel pun kemudian menjamur. Jika diperhatikan tarif yang dipatok oleh penyedia jasa ini tidak bisa dibilang murah juga, walau untuk sebagian orang mungkin duit 3 digit dollar untuk sebuah jasa tidak akan membuat mereka miskin.

Nah gimana donk caranya kalo ga punya duit buat sewa jasa pembuatan linkwheel? Ada ga sih jasa linkwheel murah meriah tapi hasilnya bagus (minimal keren kalo ga bagus :mrgreen: )

Ada sih mungkin ada, cari-cari aja ndiri hehe.. tapi daripada sibuk nyari-nyari kenapa ga buat aja sendiri sekalian. Toh ga begitu sulit, tinggal tulis artikel unik yang berhubungan dengan topik situs yang dituju, buat sebuah tautan dengan anchor text yang diinginkan, lalu genjot backlink juga untuk linkwheel tersebut. Gampang kan? (gampang gundulmu yud.. :lol: )

Tapi gw males nih kalo buat ndiri

Ya kalo males ya sewa jasa orang lain donk buat buatin

Tapi gw ga punya duit kalo mesti nyewa jasa orang lain

Halah…udah kere ko pake males, 10×10 alias cepek deh :mrgreen:

Ini lu lagi nembak kiwot linkwheel murah ya?

Bukan coy, ngapain nimbak begituan, lagian emang pencarinya banyak pa?! gi iseng aja ni pengen nulis topik ini

Saya tu lagi pengen mecahin rekor diri sendiri, bisa ga yah misal 1 buah blog disupport oleh 50 blog kacung yang bertugas untuk mendonorkan linknya. Selama ini paling poll 1 blog saya buatin “anak buah” sebanyak 10, habis tu pegel ni tangan hihihi…

Kalo pake duit sih seminggu kayaknya dah beres 50 link kacung, tapi kalo dikerjain pake 2 tangan sendiri kira-kira sanggup ga ya? n ngerjainnya mesti ga boleh lewat dari sebulan.  Sebulan ada 30 hari, jadi 50/30 hasilnya ga sampai 2. Ah mudah sepertinya buat 2 “blog kacung” sehari.

Tapi itu kan hanya untuk 1 situs utama aja, gimana jika mesti mensupport 10 situs? masih sanggup?

Entahlah, tunggu aja laporannya bulan depan :mrgreen:

50×10 = 500, lalu 500/30 = 15 lebih sehari, ampuunnn mak, kayaknya dah tau deh jawabannya, (MUNGKIN) bakal ga sanggup kalo pake 2 tangan aja :mrgreen:

Suns sapu bersih Spurs, Nash berdarah (lagi)

Akhirnya Phoenix Suns melaju ke West Conference Final setelah menyapu Spurs 4-0. Game terakhir yang dimainkan di kandang Spurs lagi-lagi menjadi partai “berdarah.” Tim Duncan yang melakukan drive, sikutnya nyelonong ke pelipis kanan Steve Nash, akibatnya point guard Suns tersebut harus kembali ke locker room untuk mendapat jahitan dan perawatan dari tim dokter. Bagh..they do it again :evil:

Gentry terpaksa memainkan playmaker cadangan Goran Dragic yang ketika di game ketiga bagaikan monster, meraup 23 poin di kuarter terakhir. Sepanjang Q3 Suns tampak tertekan dengan keluarnya Nash. Dragic tampak belum bisa mengontrol permainan sehingga keunggulan 11 poin menguap menjadi hanya 2 bola dalam sekejap.

Namun untungnya Nash kembali lagi di Q4. Dengan kondisi mata kanan yang hampir tak bisa melihat, Nash berjuang bersama rekan-rekannya untuk menhabisi perlawanan San Antonio Spurs di game tadi pagi. Luar biasanya Nash tampak tak terpengaruh dengan cederanya. Suns kembali leading cukup jauh dan akhirnya mengakhiri pertandingan dengan skor 101-107 dan berhak melaju ke final wilayah menghadapi pemenang antara Los Angeles Lakers vs Utah Jazz (skor sampai postingan ini dibuat adalah 3-0 untuk Lakers).

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri kutukan Suns yang selalu kalah melawan Spurs di babak Playoff pada 3 pertemuan sebelumnya. Skuad Suns kali ini boleh dibilang adalah salah satu roster terbaik yang pernah dimiliki oleh Phoenix. Walau minus Robin Lopez, namun Nash, Amare, J-Rich, dan sang veteran yang sangat luar biasa Grant Hill mampu menunjukkan bahwa mereka sanggup untuk meladeni tim-tim besar di wilayah barat. Didukung oleh pemain cadangan energik seperti Dudley, Dragic dan Barbosa, serta Center yang gemar Three point Channing Frye, suns seolah selalu memiliki alternatif bila salah satu gameplan-nya mandek.

Kini saatnya bersiap untuk partai Final wilayah, Alvin Gentry harus memutar otak lebih keras karena calon lawan kemungkinan besar adalah juara bertahan NBA L.A.Lakers yang dilatih pelatih dengan cincin juara yang amat banyak yaitu Phil Jackson. Fokus dahulu di final wilayah, moga-moga aja bisa menang dan melaju ke NBA Final. Go SUNS!! :-D

Dua Puluh Tujuh (27)

Akhirnya angka keren itu mampir juga. Tepat hari ini saya tepat berusia dua puluh tahun ditambah tujuh :-D Sekalian pengen bilang makasi banyaaaaakkk bagi temen2 atau siapa saja yang udah ngucapin n memberi doa kepada saya. Yang ga ngucapin juga tetep makasih karena sempet baca postingan ini :-D

Mengapa 27 keren menurut saya?

Entah kenapa ya, nomor ini seperti datang kepada saya. Jika ga persis [27] maka pasti antara kombinasi nomor 2 dan 7 selalu membawa hoki buat saya. Seingat saya awal mula nomor ini datang adalah ketika saya duduk di sekolah menengah pertama. Nomor absen saya selalu 27, sampai-sampai sepatu basket saya pun saya tulisin nomor 27, ndeso banget :mrgreen:

Nomor mahasiswa saya pun demikian, nomor hape pun juga ga beda. Anehnya saya ga milih loh nomor hape itu. Nomor mahasiswa juga ga mungkin donk milih-milih, emangnya di konter hape :mrgreen: Jadi saya mulai “menghayal” bahwa nomor ini yang datang kepada saya. Yah anggep aja gitu deh hehe..

Oke 27, mari kita jalani bersama selama setahun. Buat pada usia ini menjadi momen yang luar biasa dan berbahagia untukku. C’mon nomor 27, kita sarapan dulu yuk, dah krucuk-krucuk ni perut :mrgreen: