Alkisah ada sebuah acara di televisi Indonesia yang berisikan adegan-adegan berbau magic yang lumayan menghibur. Nama acara tersebut adalah The Master. Salah satu peserta bernama Angel, seorang wanita cantik yang memiliki kemampuan magic yang cukup hebat bagi orang awam seperti saya, namun ternyata salah satu juri acara tersebut yaitu Dedy Corbuzier, tidak merasa terkesan dengan apa yang ditampilkan oleh Angel.
Saya tertarik dengan omongan Dedy Corbuzier dalam acara The Master yang ditayangkan RCTI kemarin malam. Perkataan Dedy kira-kira seperti ini :
Apabila nanti perolehan sms kamu adalah yang tertinggi, bukan berarti kamu adalah yang penampilannya paling bagus. Mungkin itu karena kamu adalah satu-satunya wanita dalam kontes malam ini.
Yang wanita memilih kamu karena merasa terwakili olehmu, sedangkan yang laki-laki memilih kamu karena mereka berpikiran sama dengan Rafi Ahmad (mungkin yang dimaksud adalah terpesona dengan penampilan si wanita)
Kalo dipikir-pikir mungkin ada benarnya.
Contoh lain adalah Prisa Adinda, si gitaris cantik. Memang permainan gitarnya hebat bagi orang kebanyakan yang ga bisa main gitar, namun dia menjadi lebih istimewa karena dia adalah wanita, cantik pula
Banyak gitaris pria yang memiliki kemampuan seperti Prisa, banyak banget malah. Temen-temen SMA saya pun kira-kira skillnya kayak gitu, tapi kenapa Prisa begitu mempesona. Ya tentu karena dia bisa melakukan sesuatu yang ga banyak dilakukan wanita dan juga karena dia cantik. Jujur deh, kebanyakan pasti setuju sama alasan terakhir
Bagi saya, ga penting Angel ga sehebat David Copperfield atau David Blaine. Ga masalah Prisa mungkin ga sejago Steve Vai atau John Petrucci. Hal yang paling penting adalah keduanya bisa menghibur kebanyakan penonton. Ya kan?
Kalimat yang di quote diatas bisa diartikan dari 2 sisi loh,
1. Wanita adalah mahluk yang istimewa, banyak yang suka dan memujanya.
2. Ga ada istimewanya, daya tariknya hanya karena dia wanita.
Nah loh, kalo pengertian yang nomor 2 dipakai, maka pasti banyak kaum hawa yang ga seneng. Kesannya mereka direndahkan. Padahal tak seharusnya begitu loh.
Berapa banyak dari kita yang bisa melakukan atraksi “magic” seperti Angel?
Berapa banyak dari kita yang bisa main gitar seperti Prisa?
Terlepas dari cantik atau enggak, mereka bagi saya hebat ko
Udah lama saya bergabung dengan “persatuan” orang-orang yang ga seneng nonton sinetron Indonesia. Adegannya (ga semua) saya rasa sungguh ga pantes untuk diliat, apalagi untuk anak-anak. Penuh dengan orang yang iri hati, dengki, jahat bahkan menjurus kriminal. Ibu tiri aja ga bakal sekejam orang-orang yang digambarkan dalam sinetron tersebut. Belum lagi adegannya yang sangat dibuat-buat dan kadang mudah ditebak.
Postingan kali ini bagi yang demen sama basket khususnya NBA. Akhirnya Terry Porter dipecat oleh manajemen Suns dan digantikan oleh Alvin Gentry yang juga merupakan asisten pelatih pada masa kepelatihan eks pelatih Mike D’Antoni. Rekor kurang memuaskan dari awal musim menjadi alasannya. Suns sendiri terpuruk di posisi 9 di western conference dengan rekor menang kalah sementara 28-23 (sebelum all star).
Habis ngecek email di hotmail trus nemu berita terkini yang judulnya rada mengundang untuk diklik,
Sprite Slam Dunk Contest 2009 pada NBA All Star game di Phoenix akhirnya dimenangkan oleh Nate Robinson dari New York Knicks. Di Final, Nate Robinson mengalahkan juara tahun lalu Dwight “Superman” Howard dari Orlando Magic.
Februari gini biasanya toko-toko dah pada jualan coklat yang dikemas dalam kemasan yang lain dari biasanya. Mayoritas warna yang dipakai pada kemasan adalah merah muda. Kemasan dihias dengan berbagai pernak-pernik, kadang dikasi pita dan macem-macem hiasan lainnya untuk menambah menarik kemasan.
Semua orang punya hobi dan kesenangan yang berbeda-beda, tinggal sebutkan apa yang anda inginkan maka petugas dari tempat itu akan mengantarkan anda menuju ruangan yang anda inginkan. Asyik bukan